Beranda Parawisata Pengunjung Kesal Dipalakin saat Berkunjung ke Kebun Teh Sidamanik

Pengunjung Kesal Dipalakin saat Berkunjung ke Kebun Teh Sidamanik

82
0
Pelaku pungli (kaus merah) mendatangi pengunjung (jaket biru) untuk meminta uang dengan modus uang kebersihan, Sabtu (12/1/2019). Tribun Medan / Tommy Simatupang
Loading...

Buktipers.com – Simalungun

Kabupaten Simalungun memiliki objek wisata kebun teh yang luas. Hamparan daun teh kerap menjadi lokasi wisata untuk berfoto ria dan berselfie dengan keluarga.

Namun, objek wisata kebun teh Sidamanik tidak memberikan kesan nyaman bagi pengunjung. Kebun teh yang ramai dikunjungi pengunjung dari dalam dan luar kota sering menerima perlakuan tidak menyenangkan dari oknum masyarakat setempat.

Oknum masyarakat tersebut kerap mendatangi pengunjung untuk meminta uang dengan alasan uang kebersihan.

Fernando Pasaribu seorang pengunjung yang menjadi korban mengungkapkan ada dua orang yang mendatanginya dengan menggunakan sepeda motor. Dua pemuda itu datang dengan mengenakan pakaian loreng merah.

Fernando menjelaskan dua pemuda itu langsung meminta uang dengan alasan uang kebersihan. Fernando Pasaribu yang datang bersama tiga temannya sempat bersitegang.

Baca Juga!  Cerita Rian dan Vanessa Angel di Pusaran Kasus Dugaan Prostitusi

“Mereka bilang hal ini sudah biasa di Sidamanik minta uang kebersihan. Saya minta karcis, mereka tidak bisa tunjukkan,”ujarnya, Sabtu (12/1/2019).

Fernando juga mengungkapkan pelaku yang melakukan pungli itu sempat berkata kotor karena tidak mendapatkan uang. Diungkapkannya, pelaku menggunakan sepeda motor jenis Supra X 125 dengan plat kendaraan BK 25xxTAB.

Fernando menilai yang pungutan itu tidak resmi. Pasalnya, sampah masih banyak berserakan di wilayah Kebun Teh Sidamanik.

“Katanya untuk uang kebersihan, tetapi lihatlah sampah masih banyak berserakan. Ini kan namanya pungli,” ujarnya sembari sudah menghubungi polisi untuk menindaklanjuti keresahan pengunjung.

Selain itu, Fernando mengungkapkan ada juga pungli dengan alasan uang parkir. Tak tanggung-tanggung, pelaku pungli meminta Rp 10 ribu untuk satu sepeda motor.

Baca Juga!  Pria di Bandung Begal PNS Denpom hingga Dirawat di Rumah Sakit

“Ada lagi yang kemarin minta Rp 10 ribu satu sepeda motor. Kan sudah pungli banyak sekali itu,”ujarnya.

Fernando berharap pihak kepolisian memberikan kenyamanan bagi pengunjung di Kabupaten Simalungun.

Sementara Kapolsek Sidamanik AKP Abidin mengatakan selama ini telah menangkap tiga orang pelaku pungli.

Ia mengaku masih ada beberapa pelaku lagi yang berkeliaran di Kebun Teh Sidamanik.

“Mohon kerjasamanya jika ada rekan dan keluarga agar disarankan melapor ke polsek biar bisa disidik,”pungkasnya.

Kebun Teh Sidamanik merupakan wisata alam terindah di sekitaran Kota Siantar.

Tempat ini memberikan fasilitas bagi para traveler yang ingin berjalan-jalan santai sambil merasakan kesejukan dataran tinggi di Simalungun.

Terlebih, di sekitar kebun teh ini juga terdapat beberapa destinasi wisata alam menarik lainnya.

Baca Juga!  Hindari Laka Dengan Sepeda Motor, Truk Senggol Efendi Usai Sholat Jum'at

Wisatawan bisa menyusuri kebun teh dan mencari spot foto terbaik.

Kebun Teh ini memiliki areal yang cukup luas dan memiliki kontur berbeda-beda.

Ada perbukitan, ada juga area dengan pohon-pohon besar di sekitarnya sehingga pengunjung bisa berteduh.

Anda juga bisa menemukan banyak pohon pinus berbaris di perbatasan sebelum jalan.

Perkebunan ini merupakan bagian dari perkebunan teh yang dimiliki PTPN IV Bah Butong, Perkebunan ini berada di Kecamatan Sidamanik yang berjarak sekitar 26 kilometer dari pusat Kota  Siantar.

Kalau dari Medan, jaraknya kurang lebih sejauh 155 kilometer, dengan waktu tempuh kurang lebih 3 hingga 4 jam.

Sumber : tribunnews.com

 

Loading...