Beranda Lintas Provinsi Pengusaha Galian C Diduga Tak Peduli Lingkungan

Pengusaha Galian C Diduga Tak Peduli Lingkungan

278
0
Loading...

Buktipers.com – Oku Selatan (Sumsel)

Aktifitas Galian C marak di Desa Tekana dan Desa Bandar Kecamatan Buana Pemaca dan Galian C di Kelurahan Kisau Kecamatan Muaradua, mendapat kritikan masyarakat.

Agus (38) warga sekitar, pengguna jalan dilokasi galain C mengatakan, “Alat berat dan kendraan dump truck setiap hari melintas dilokasi galian C, akibatnya jalan ke lokasi rusak parah dan berlobang, musim hujan jalan jadi berlumpur dan kalau kemarau banyak debu”, katanya.

Rejob warga lain mengatakan, “Mereka sangat terganggu atas aktifitas penambangan itu, musim hujan sangat mengganggu pengguna jalan, jalan menjadi berlumpur, genangan air membuat lobang jalan tidak terlihat dan kalau musim kemarau jalan berdebu”, Katanya.

Baca Juga!  Peduli Keluhan Warga, Pemkab OKU Selatan Bentuk Tim Kelokasi Penambangan

“Diharapkannya, Pengusaha Galian C dan Pemerintah memperhatikan keluhan mereka, dan harapan mereka kepada pengusaha Galian C dan Pemerintah supaya peduli terhadap lingkungan”.

Camat Muaradua Putra Bani, S.Sos ketika dikonfirmasi Bukti pers mengatakan, Pihaknya sudah mendapat laporan dari masyarakat terkait galian C tersebut.

Kami belum mengetahui dan belum mendapat laporan dari pihak perusahaan tentang izin pengelolaan dan izin dampak lingkungan.

“kami mengharapkan pihak pengelola mempertimbangkan keluhan warga dengan membersihkan tumpukan tanah yang ada diruas jalan dan arus sungai untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Terpisah Camat Buana pemaca Hairil Anwar, SH menanggapi serius tentang penambangan galian C yang tak ramah lingkungan itu, “Sudah sering diberikan peringatan kepihak pengelola galian C tersebut, namun sepertinya mereka tidak menghiraukan, terangnya.

Baca Juga!  PDAM Tirta Saka Selabung, Pasang Pipa Demensi Ukuran Besar

Ditambahkannya, Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait di Pemkab OKU Selatan untuk menindaklanjuti keluhan warga itu, dalam waktu dekat ini kita akan menurunkan tim untuk kelokasi penambangan dan akan mengambil tindakan,” tegasnya.

Kepala dinas penanaman modal dan Perizinan terpadu satu pintu, Haris Munandar, SH. MH mengatakan, “Saat ini Perizinan untuk Galian C tidak ada kaitanya dengan Pemkab, sesuai peraturan menteri Energi dan Sumber daya mineral ( ESDM) No 11 – 2018 tentang tata cara pemberian wilayah perizinan merupakan wewenang Provinsi dan Pusat, Pemerintah Kabupaten melalui Perizinan hanya sebatas memberikan rekomendasi terhadap wilayah pengelolaan penambangan.” Paparnya.

Dikatakanya, “Pihaknya sudah menyurati Provinsi tentang wewenang dalam menjalankan peraturan, tentang keberadaan perusahaan dalam mengelola hak Eksplorasi dan sampai sekarang belum ada jawaban. (Suardi)

Loading...