Beranda Sumut Penjaringan Balon Kades Ajibata Berdasarkan Umur Tertua yang Muda Tersingkir

Penjaringan Balon Kades Ajibata Berdasarkan Umur Tertua yang Muda Tersingkir

391
0
Irwan Sandry Sirait, salah satu Balon Kades Ajibata meminta perhatian Bupati Tobasa agar meninjau ulang syarat Balon Kades berdasarkan umur tertua.

Toba Samosir, buktipers.com – Penjaringan bakal calon Kepala Desa (Kades), di Desa Pardamean, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), menuai protes dari calon yang gugur.

Masalahnya, peraturan yang dibuat dianggap tidak adil karena mengutamakan bakal calon  yang tertua.

Hal itu disampaikan, Irwan Sandry Sirait (34), kepada Buktipers.com, melalui sambungan selulernya, Senin (21/10/2019).

Irwan Sandry Sirait yang merupakan salah satu calon terpaksa gugur, akibat peraturan yang mengutamakan umur tertua dan katanya sudah menjadi peraturan di Kabupaten Toba Samosir.

Diceritakannya, awalnya mereka mendaftar sebalai bakal calon Kepala Desa, di Desa Pardamean hanya 5 orang calon.

Namun, di menit-menit terahir, tepatnya 5 menit sebelum ditutup pendaftaran, mendadak ada lagi yang mendaftar atas nama Ronny, sehingga balon calon menjadi 7 orang.

Baca Juga!  Sempat Dihalangi Warga, Jalan Menuju Kaldera Toba Kembali Dilanjutkan

Memang betul, menurut peraturan pemerintah, bahwa bakal calon Kades maksimal lima orang. Hal ini yang dinilai ada dugaan untuk menjatuhkan salah satu balon dengan umur termudah, inilah yang jadi pertanyaan saya ?, ungkapnya.

Irwan Sandry Sirait meminta kebijaksanaan dari  Bupati Toba Samosir, Ir Darwin Siagian, karena  syarat usia tertua yang dinyatakan P2KD menjadi penghalang bagi kaum muda untuk ikut meramaikan Pilkades.

“Syarat usia tertua yang dinyatakan P2KD yang diduga digunakan oleh oknum tertentu untuk menghambat generasi muda yang berpendidikan dan berpengalaman untuk mengabdi dipemerintahan desa. Karena setahu saya, masyarakat bukan memilih Natua-tua, Bapak Bupati,”ucap Irwan.

“Akan tetapi, masyarakat akan memilih pemimpin desa yang berkualitas dan energik,” tambahnya.

Baca Juga!  Gubernur Sumut Motivasi Para Guru SMAN 2 Balige

Dia juga meminta penjelasan secara resmi dari Bupati Toba Samosir, terkait Perbup Pasal 27 Ayat 1.

Bila memang ada tujuh orang yang mendendaftar untuk ikut di Pilkades Pardamean Ajibata, sebaiknya diseleksi aja melalui tes tertulis dengan menggandeng tim independen. Bukan berdasarkan umur, katanya lagi kesal.

Salah satu panitia penjaringan Balon Kepala Desa, P2KD Desa Perdamean Ajibata, yang dikonfirmasi Buktipers.com, melalui sambungan telepon, mengatakan, “sudah sesuai dengan peraturan dan calon lain tidak ada yang keberatan. Semua mulus kok, penetapan calon tadi,”katanya.

Namun ketika awak media menayakan, kalau lebih dari lima Balon Kades, maka usia yang tertua lah yang diloloskan ? Jawabnya, “itu sudah menjadi peraturan di Kabupaten Toba Samosir”.

Baca Juga!  Satpol PP Cukur Rambut Pelajar yang Ketangkap Razia Kasih Sayang, Ini Sanksi Lainnya

(Stg)

Loading...