Beranda Kriminal ‘Penyelewengan’ LPG 3 Kg Terjadi di Kota Tanjungbalai

‘Penyelewengan’ LPG 3 Kg Terjadi di Kota Tanjungbalai

381
0
Mengungkap indikasi penimbunan LPG 3 Kg di Kota Tanjungbalai.

Tanjungbalai, buktipers.com – Harapan pemerintah pusat dalam memberikan jaminan ketersediaan gas elpiji 3 Kg bagi masyarakat, diduga masih terkendala.

Pasalnya, tabung gas elpiji 3 Kg, yang telah disubsidi pemerintah pusat, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), diduga ditimbun dan dikuasai mafia Migas yang bebas beroperasi, tanpa ada pengawasan yang ketat dari pihak terkait.

Seperti pantauan di lapangan, gas bersubsidi tersebut tampak dimuat atau disusun kedalam 2 buah mobil angkut chevrolet berwarna hitam, dengan BK 9144 YG dan BK  8479 OQ.

Pantauan wartawan, kedua kendaraan ini kerap beroperasi, di salah satu gudang penyimpanan, di jalan Garuda atau lebih dikenal jalan PT. Timur Jaya, Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai.

Baca Juga!  Waspada Modus Baru Penjambret, Muntahi Penumpang di Angkot

Selain dugaan penimbunan gas elpiji, didalam gudang tersebut, juga terlihat adanya stasiun bahan bakar minyak solar dan motor tangki minyak solar serta beberapa kegiatan lainnya. Dan juga ada praktik bengkel las besi, dengan posisi berdekatan.

Hal itu tentu dapat mengancam keselamatan masyarakat sekitar, termasuk pekerja di gudang itu, apalagi tempat beroperasinya kegiatan tersebut, juga tidak menggunakan alat pelindung atau perlengkapan kerja.

Dan jika sewaktu – waktu terjadi ledakan hingga maka bisa mencelakai masyarakat sekitar, dan khususnya para pekerja, ujar Koordinator Daerah Association Indonesia Of Reformation Tanjungbalai Asahan (AIR), Emil Sanosa, kepada wartawan, di ruang kerjanya, di jalan Yos Sudarso, Kota Tanjungbalai, Kamis (12/9/2019).

Baca Juga!  Soekirman Sambut Yayasan Pelestari Kebudayaan Batak Audensi

Dikatakan Emil Sanosa, keberadaan UU Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi (Migas) yang notabene hadir untuk melindungi kebutuhan masyarakat, dari aksi mafia Migas, tidak berjalan sesuai harapan.

Atas dasar tersebut, diduga telah terjadi tindak pidana penyalahgunaan Migas, sebagai mana yang telah diatur dalam pasal 55, dengan ancaman pidana penjara selama 6 tahun dan pasal 53 huruf b, c, dan d,  UU RI No 22 tahun 2001 tentang Migas.

Ia juga menjelaskan, bahwa adanya dugaan konsfirasi kegiatan yang melawan hukum, terkait pemasaran LPG 3 Kg. Diduga tidak sesuai Daerah Operasi (DO) wilayah Kota Tanjungbalai tidak tepat sasaran, dengan harga eceran tertinggi (HET).

Baca Juga!  Polisi Bongkar Perdagangan Wanita di Kepri, Korbannya Dijadikan PSK

“Ini sangat disayangkan, pihak mana yang sebenarnya berkomitmen dalam pengawasan tabung gas elpiji 3 Kg. Karena aksi yang dilakukan mafia minyak dan gas bumi tersebut, jelas-jelas telah melanggar aturan tentang UU Migas, “jelasnya.

Koordinator Daerah AIR  ini, meminta ketegasan Forkopimda dan PT.  Pertamina, maupun pihak Kepolisian untuk megungkap pelaku dugaan penimbunan gas elpiji tersebut.

“Tabung gas elpiji 3 Kg bersubsidi, merupakan salah satu kebutuhan masyarakat. Oleh sebab itu, pihak terkait harus serius menyikapi keberadaan mafia tabung gas elpiji yang terus menyedot hak masyarakat,”ucapnya.

Emil Sanosa juga mempunyai bukti akurat, dan bukti video tentang aktivitas didalam gudang penimbunan gas elpiji tersebut.

(MJH)

 

Loading...