Perampok dan Pembunuh Nenek Nurhaida Ditangkap, Ini Tampang Kedua Pelaku

0
1
Polda Sumut saat ekspos kasus perampokan dan pembunuhan Nenek Nurhaida Simanjuntak dengan menghadirkan kedua tersangka. (Foto : Instagram/Polda Sumatera Utara)
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Tim gabungan menangkap dua pembunuh dan perampok nenek Nurhaida Simanjuntak (62) yang mayatnya ditemukan di Jalan Lintas Aek Latong Lama-Padangsidimpuan, tepatnya di Desa Marsada, Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Penangkapan dilakukan anggota Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, Polres Tapsel dan Polres Taput. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, identitas kedua pelaku berinisial BST dan AP.

“Kedua pelaku ini residivis yang sudah berulang kali melakukan aksi kejahatan serupa,” ujarnya di Mapolda Sumut, Jumat (5/8/2022).

Pengungkapan kasus ini bermula dari penemuan jenazah korban pada Minggu (24/7/2022). Dari temuan itu, tim gabungan melakukan penyelidikan dan menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.

Setelah pemeriksaan terhadap saksi-saksi di lokasi kejadian, keluarga dan CCTV sepanjang jalan dari Taput hingga Kota Padang, Sumbar selama sembilan hari, kedua pelaku akhirnya dapat ditangkap.

“Modusnya melakukan tipu daya, meyakinkan korban seolah tersangka sudah mengenal baik dengan korban. Motif mereka menguasai (mengambil) barang berharga milik korban,” katanya.

Sementara Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj menerangkan, sebelum tewas dirampok korban warga Sipoholon Taput itu baru pulang dari pesta di tempat kerabatnya, Sabtu (23/8/2022). Dia lalu diantar suami ke pasar.

Namun setelah ditunggu-tunggu, korban tidak kunjung pulang sehingga keluarga melapor ke Polres Tapanuli Utara. Tapi akhirnya korban ditemukan sudah meninggal dunia di wilayah Tapanuli Selatan.

Atas temuan ini, Polres Tapsel berkoordinasi dengan Polda Sumut dan Polres Taput. Hasil penyelidikan mendalam, pihaknya akhirnya dapat mengungkap lokasi pelaku.

“Korban meninggal dunia dengan cara dibekap karena meronta saat kalung emasnya seberat 15 gram akan diambil kedua pelaku,” katanya.

Roman menambahkan, usai membuang jenazah korban, kedua tersangka lalu menjual kalung korban kepada seorang penadah berinisial I di Kota Padang. Hasil penjualan itu, masing-masing pelaku mendapatkan uang Rp3,5 juta.

“Kedua tersangka dikenakan Pasal 365 ayat 3 KUHPidana dengan ancaman 15 tahun penjara,” ucapnya.

 

Sumber : iNews.id