Peran 5 Pembunuh Gadis Dalam Karung, dari Mencekik, Cari Karung, dan Mengikat

0
201
Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto menunjukkan barang bukti karung dan tali rafia, saat konferensi pers kasus pembunuhan Nurkhikmah (16) di Mapolres Tegal, Jawa Tengah, Kamis (15/8/2019). (Foto: iNews/Yunibar)
Dijual Rumah

Tegal, buktipers.com – Polres Tegal mengungkap peran kelima tersangka pembunuhan Nurkhikmah (16), yang ditemukan terbungkus dalam karung di Desa Cerih Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Kelimanya punya peran masing-masing dalam pembunuhan sadis itu, mulai dari mencekik, mencari karung dan tali rafia, hingga mengikat korban.

Kelima pelaku masing-masing yang telah ditetapkan tersangka yakni, Abdul Malik (20) dan Saiful Anwar (24), keduanya warga Desa Cikura, Kecamatan Bojong. Kemudian, Muhammad Sopro’i (18), dan NL (17), warga Desa Cerih, Jatinegara. Tersangka kelima, AI (15), warga Desa Kajenengan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.

Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto saat pemaparan kasus tersebut di Mapolres Tegal, Kamis (15/8/2019) mengatakan, pembunuhan tersebut berawal saat korban meninggalkan rumah bersama para pelaku ke sebuah tempat wisata pada Jumat, 26 April 2019 lalu. Mereka pesta minuman keras (miras) di tempat tersebut karena takut dilihat warga.

Mereka selanjutnya pindah ke sebuah rumah kosong. Di tempat tersebut, tersangka Abdul Malik melakukan hubungan badan dengan korban Nurkhikmah, dengan ditonton empat pelaku lainnya.

Usai berhubungan badan, korban sempat berkata kasar kepada tersangka Abdul Malik. Karena pengaruh miras dan dihinggapi rasa cemburu pada korban yang ternyata sering berhubungan dengan laki-laki lain, Abdul Malik yang sudah beristri nekat mencekik korban. Dia juga dibantu empat tersangka lain.

AKBP Dwi Agus Prianto mengatakan, dalam pembunuhan tersebut, tersangka Abdul Malik merupakan eksekutor pembunuhan. Tersangka mengakui dia yang mencekik korban. Empat pelaku lainnya juga ikut membantu memegangi pundak, tangan, dan kaki korban agar dia tidak berontak.

“Jadi, AM yang melakukan eksekusi, mencekik korban. Dia dibantu MS memegang tangan dan pundak korban. Kemudian, SA memegang kaki dan dibantu dua tersangka perempuan yang memegang tangan korban,” kata Kapolres Tegal.

Sementara tersangka Muhammad Sopro’i juga mencari karung plastik dan tali rafia untuk mengikat korban. Setelah korban meninggal, kelima tersangka kemudian bekerja sama mengikat tangan dan kaki korban, lalu memasukkannya dalam karung plastik.

Para pelaku selanjutnya meletakkan karung berisi mayat korban di rumah kosong itu. Mereka kemudian meninggalkan korban hingga akhirnya mayat tersebut ditemukan pada Jumat, 9 Agustus lalu.

Akibat perbuatannya kelima pelaku dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 80 Ayat 3 Undang-Undang tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan Pasal 339 KUHP tentang Pembunuhan dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

 

Sumber : iNews.id