Perangkat Desa di Batu Bara Nyaris Perkosa Siswi SMP di Rumah Tua

0
8
Keterangan foto ; Ilustrasi korban pencabulan.
Dijual Rumah

Batu Bara, buktipers.com – Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) nyaris menjadi korban pelampiasan nafsu bejat. Kelakuan itu diduga dilakukan oknum perangkat pemerintah Desa Padang Genting, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara.

Dugaan ini muncul setelah korban berinisial SYH (13) melapor ke orang tuanya Asmala (32). Korban melaporkan jika oknum peranghkat desa berinisial WHD (32) berpikiran berbuat bejat kepada anaknya.

Asmala mengatakan, insiden ini terjadi beberapa waktu yang lalu yakni Sabtu (19/9/2020) sekitar 17.00 WIB, putrinya dibawa oleh WHD ke Kota Tanjung Tiram. Keduanya pergi dengan mengendarai sepeda motor.

“Alasanya di mau mengambil ponsel yang dititipkan ke teman,” kata Asmalya kepada wartawan, Sabtu (26/09/2020).

Sementara itu korban SYH mengatakan, sepulangnya dari Tanjung Tiram, dirinya mandi kemudian pamit ke Asmalya untuk membantu WHD mengemas barang yang harus dirapikan di Kantor Kepala Desa Padang Genting.

Asmalya pun mengizinkan mereka berdua berangkat menuju kantor yang tempatnya tidak jauh dari tempat tinggal mereka. Setibanya di Kantor Kepala Desa, WHD mengajaknya ke belakang kantor dan masuk ke rumah tua yang tidak ada penghuninya. Alasannya mengambil barang di dalam rumah tua tersebut.

Tiba-tiba, WHD langsung mengunci pintu dan menyekap SYH sambil berupaya melucuti pakaian SYH. WHD juga memaksa agar SYH mau melakukan apa yang diperintahnya. Tapi SYH meronta dan mendorong WHD hingga tersungkur.

Korban kemudian lari ke luar dari rumah dan minta pertolongan warga yang berada di warung di depan Kantor Desa.

“Saya beritahu warga kejadian di dalam rumah ke warga dan mereka menolong saya,” katanya.

Sontak, ulah WHD yang juga menjabat Kaur Perencanaan Desa Padang Genting menjadi bahan pembicaraan warga.

Sementara itu, Kepala Desa Padang Genting Helmi, saat di konfirmasi terkait ulah bejat bawahannya, membenarkan kejadian tersebut.

“Saat ini saudara Wahid sudah kami laporkan ke pihak kecamatan Talawi dan untuk sementara waktu dia tidak dibenarkan masuk ke kantor kagi untuk bekerja seperti biasanya atau kami berhentikan sebagai Kaur Didesa,” kata Helmi.

Lebih lanjut Helmi mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan atas kelakuan anak buahnya tersebut.

“Kejadian ini sangat kami sesalkan. Saya berharap agar kejadian ini tidak terulang kembali kepada siapapun, sejauh ini sepengetahuan saya, kedua belah pihak keluarga sudah melakukan mufakat dengan melakukan acara tepung tawar keluarga dalam rangka perdamaian,” kata Helmi.

 

Sumber : iNews.id