Peras Ketua Gabungan Tani, Oknum Wartawan di Lampung Dijemput Polisi

0
1
Seorang oknum wartawan berinisial SM ditangkap polisi karena diduga memeras Ketua Gabungan Kelompok Tani (Jimi Irawan/MNC Portal Indonesia)
Dijual Rumah

Lampung Utara, buktipers.com – Seorang oknum wartawan berinisial SM ditangkap polisi karena diduga telah memeras Ketua Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan) Desa Bumi Ratu, Kecamatan Sungkai Selatan.

SM bersama beberapa rekannya memeras Trubus (45) hingga Rp11,5 juta. Kapolsek Sungkai Selatan Kompol Arjon Sayfrie menyebutkan penangkapan SM dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari korban.

Laporan itu tertuang dalam nomor: LP/B/175/IV/2022/SPKT/Sek Kai Sel/Res Lamut/Polda Lampung, tanggal 16 April 2022.

“Korban menyebutkan pada Kamis (14/04/2022) sekitar pukul 11.00 WIB, SM bersama dengan dua orang temannya datang ke rumah korban dengan mengendarai mobil,” kata Arjon, Sabtu (16/4/2022).

Kedatangan mereka, kata Arjon, untuk menanyakan soal bantuan LDPM dari Dinas Ketahanan Pangan Lampung Utara.

“Di sana SM memeriksa pembukuan tentang bantuan LDPM tersebut. Setelah dia memeriksa pembukuan itu, oknum wartawan itu mengatakan jika pembukuan tersebut salah semua. Tidak sampai di situ ia kemudian memeriksa gudang lumbung padi yang terletak di Dusun Bumi Makmur,” kata dia.

Kompol Arjon melanjutkan, oknum wartawan tersebut kemudian langsung menuduh korban jika hanya menghabiskan uang negara karena membeli padi tidak memiliki kualitas yang baik.

Kemudian dua orang teman  SM  masuk ke mobil sedangkan SM mendekati korban sambil mengancam jika tidak diselesaikan akan dilaporkan ke polisi.

Karena takut di bawah ancaman akhirnya korban mengikuti permintaan oknum wartawan itu.

“Awalnya korban memberikan uang senilai Rp1,5 juta. Karena masih kurang, korban diminta untuk menambah sisa uang senilai Rp10 juta. Dan akhirnya, pada Sabtu (16/4/2022), korban itu memenuhi permintaan oknum tersebut. Transaksi dilakukan di jalan,” katanya.

Setelah uang diserahkan. Korban kemudian melaporkan masalah itu ke Polsek setempat.

“Setelah menerima laporan itu, kami bergerak cepat dan berhasil menangkap SM. Ia ditangkap saat berada diperjalanan. Sedangkan seorang rekannya masih dalam pengejaran karena keburu kabur saat akan dilakukan penangkapan,” kata Kapolsek.

Pelaku akan dikenakan Pasal 368 KUHPidana tentang pemerasan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. Kini SM diamankan di Mapolsek setempat. Akibat peristiwa tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp11, 5 juta.

 

Sumber : iNews.id