Peras Kontraktor, Sat Reskrim Polres Sergai Amankan Oknum Ketua Ormas

0
70
Foto pelaku dan barang bukti.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Serdang Bedagai (Sergai) berhasil mengamankan oknum Ketua Ormas, berinisial AK (35), terkait kasus pemerasan (premanisme) kepada pelaksana proyek jalan.

Penangkapan ini sesuai Laporan Polisi Nomor : LP / B / 663 / X / 2021 /SPKT / Polres Sergai / Polda Sumut, Tanggal 28 September 2021.

Korbannya inisial TSD (28), berkerja di Dinas PU, warga Lingkungan II, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi.

Terduga pelaku tersebut diamankan Sat Reskrim Polres Sergai, di Pasar Rakyat Desa Pantai Kanan, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (08/10/2021) kemarin.

Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang, melalui Kasat Reskrim, AKP Deny Indrawan Lubis SIK kepada media ini Selasa (12/10/2021) sore, menyampaikan, pada hari Selasa, tanggal 28 September 2021 lalu, pelapor inisial TSD (kontraktor) menurunkan alat berat untuk melaksanakan proyek  pengerjaan aspal jalan.

Dan pada saat itu, tersangka selaku ketua salah satu Ormas, meminta ikut serta dalam kegiatan pekerjaan untuk menjaga alat berat untuk meratakan tanah jalan karena akan diaspal.

“Setelah pekerjaan meratakan tanah selesai dilaksanakan, tersangka diberikan gaji atau upah yang dibayarkan pelapor sebesar Rp 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah),”ujarnya.

Selanjutnya, kata AKP Deny, pelapor akan membawa alat berat tersebut, namun tidak diizinkan oleh tersangka dan tersangka kembali meminta uang kepada pelapor sebesar Rp 2.000.000,00 (dua juta rupiah).

“Namun pelapor hanya  memberikan uang sebesar Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah),”imbuhnya.

Kasat Reskrim menambahkan, pada tanggal 08 Oktober 2021, pukul 14.00 WIB, tersangka kembali meminta uang kepada pelapor untuk biaya konpensasi atau uang keamanan ormas sebesar Rp 7.000.000,00 (tujuh juta rupiah).

Namun pelapor menawarkan uang sebesar Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah) tapi ditolak tersangka dan pelapor menawarkan uang sebesar Rp 3.000.000,00 (tiga juta rupiah) tapi juga ditolak oleh tersangka.

Oleh karena itu, tersangka mengancam pelapor apabila tidak menyerahkan uang sebesar Rp 7.000.000,00 (tujuh juta rupiah) maka pekerjaan tidak bisa dilaksanakan, paparnya.

Lanjut AKP Deny, tersangka AK melakukan ancaman kekerasan terhadap pelapor dengan mengatakan apabila tidak memberikan uang, maka tidak bisa dilakukan pengerjaan pengaspalan jalan dan tidak akan aman pengerjaan pengaspalan dimaksud.

“Selanjutnya pelapor menyerahkan uang sebesar Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah) kepada tersangka. Akibat kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian sebesar Rp 6.000.000,00 (enam juta rupiah) dan hingga akhirnya tersangka kami amankan,”tegas Kasat Reskrim.

Atas perbuatannya, tersangka terjerat Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 9 tahun, tutup kasat.

 

(ML.hrp)