Peras Pengguna Jalan, Polantas Gadungan Darwin Antonius Sibarani Divonis 2,5 Tahun Penjara

0
1
Polantas gadungan, Darwin Antonius Sibarani divonis 2 tahun 6 bulan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (6/9/2022). Tribun Medan/Edward Gilbert Munthe
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Masih ingat dengan Polantas gadungan Darwin Antonius Sibarani yang memeras sejumlah pengguna jalan.

Teranyar, Darwin Antonius Sibarani yang telah menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Medan divonis dengan hukuman 2,5 tahun (2 tahun 6 bulan) penjara, Selasa (6/9/2022).

Darwin Antonius Sibarani dalam perkara penipuan dan penggelapan dengan cara berpura-pura menjadi anggota Polantas lengkap dengan memakai Baju Dinas Kepolisian.

Majelis hakim yang diketuai Immanuel Tarigan menyatakan terdakwa Darwin Antonius Sibarani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 378 KUHP Jo Pasal 65 KUHP dalam dakwaan Alternatif Pertama.

Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Irwanta Sembiring (Kaos Oranye) saat menggiring Polisi lalulintas gadungan bernama Darwin Antonius Sibarani (37) ke pos lantas Polsek Delitua, Selasa (3/5/2022). Dari tas pelaku ditemukan 15 STNK dan beberapa bukti lainnya. (Tribun Medan/ Fredy Santoso)

“Tak hanya itu, selain pidana penjara terdakwa Darwin Antonius Sibarani juga diharuskan membayar biaya perkara sebesar Rp 5 ribu rupiah,” sebut Majelis Hakim.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fauzan Arif Nasution dalam dakwaanya menunturkan, bermula pada 1 Januari 2021 hingga 1 Mei 2022, bertempat di wilayah hukum Kota Medan, terdakwa melakukan penipuan dan penggelapan dengan cara berpura-pura menjadi anggota Polantas lengkap memakai baju dinas kepolisian.

Lalu terdakwa Darwin Antonius Sibarani menggunakan satu unit sepeda motor Yamaha Lexi BK 3749 AFE tersebut berkeliling wilayah Kota Medan.

Selanjutnya, terdakwa mencari masyarakat pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas atau menuduh masyarakat pengendara yang terlibat narkoba dengan memberhentikan para pengendara sepeda motor tersebut dan meminta uang tergantung kesalahan.

“Untuk kesalahan tidak memakai helm, namun SIM dan STNK lengkap terdakwa Darwin Antonius Sibarani meminta sebanyak Rp 100 ribu rupiah, sedangkan kesalahan tidak ada kaca spion namun SIM dan STNK lengkap dirinya meminta sebanyak Rp 125 ribu rupiah, dan untuk kesalahan yang tidak memakai helm atau tidak ada pakai kaca spion serta tidak membawa SIM dan STNK terdakwa meminta uang sebanyak Rp 150 ribu rupiah,” jelasnya.

 

Sumber : tribunnews.com