Perempuan Ini Beberkan Betapa Tak Enaknya Menikah, Netizen Setuju

0
190
Unggahan perempuan yang mengatakan menikah itu tidak enak (Foto: Facebook/ Hanny Dewanti)
Dijual Rumah

Hampir semua orang berkeinginan untuk menikah. Bahkan, fase tersebut dikatakan sebagai momen bahagia yang dilalui setiap orang. Tidak heran jika ada ungkapan yang mengatakan salah satu kado terindah bagi beberapa orang adalah saat dua orang yang saling mencintai disahkan dalam ikatan pernikahan.

Bagi orang yang serius pacaran, menikah merupakan sebuah tujuan hubungannya. Namun, beberapa dari mereka tidak memikirkan lebih jauh tentang kehidupan setelah menikah. Namun, tidak dimungkiri semasa pacaran sudah mulai memikirkan hal itu meski tidak terlalu jauh.

Memang banyak yang harus dipikirkan sebelum menikah. Bukan sekadar keinginan yang harus dituruti. Banyak terpaan dan cobaan yang mungkin terjadi. Kadang bahagia, kadang bertengkar dengan pasangan, hingga berbagai cobaan tak terduga.

Hal itu juga yang sempat dikisahkan oleh pemilik akun Facebook bernama Hanny Dewanti. Unggahannya pada 11 Februari 2018 lalu itu kini kembali ramai diperbincangkan di media sosial.

Dalam unggahan itu, Hanny membagikan kisah kehidupannya usai menikah. Perempuan itu memberi judul tulisannya : Nikah Itu Nggak Enak.

Hanny mengawali unggahan itu dengan berpesan kepada remaja yang tidak memiliki pasangan dan sedang galau. Juga bagi mereka yang tengah menggelar doa agar dipersatukan dengan orang yang diharapkan menjadi pendamping hidup.

Lanjutnya, “Dek, nikah itu gak enak.

Nikah itu bukan haha hihi seperti orang pacaran. Nikah itu bukan keseruan kayak pas main rumah-rumahan. Nikah itu bukan hip hip hura kayak sama sahabat.

Nikah itu pengorbanan, Dek. Nikah itu perjuangan. Nikah itu awal petualangan baru saat masalah dia bertemu dengan masalahmu dan harus kamu pecahkan dengan atau tanpa dia.”

Pemiliki akun tersebut kemudian mengatakan bahwa jika ketika keluarga mengalami masalah, maka seseorang tidak akan bisa lari dari sana dengan menikah. Juga ketika menjadi pergunjingan masyarakat. Seseorang tidak akan bisa melepaskannya begitu saja dengan cara menikah.

“Keluargamu berantakan, terus kamu berpikir menikah bisa membuatmu lari dari keluarga?

NGIMPI!

Masalahmu dengan masyarakat sangat banyak sampai kamu tahan dengan omongan orang, terus kamu berharap bisa lepas dari gunjingan dengan menikah?

NGIMPI!

Kamu miskin jelata, terus berharap bisa nikah dengan CEO kaya raya dan foya foya sampai menutup mata?

NGIMPI!” lanjutnya.

Menurut Hanny, ketika seseorang menikah maka takdir seseorang tersebut dipertemukan dengan takdir pasangannya. Masalah juga dipertemukan dengan masalah pasangannya, dan keluarganya juga dipertemukan dengan keluarga pasangan. Hal itu bisa saja menjadi masalah baru dari masalah lama yang belum terselesaikan.

“Dengan menikah, takdirmu bertemu dengan takdirnya.

Dengan menikah, masalahmu bertemu dengan masalahnya

Dengan menikah, keluargamu bertemu dengan keluarganya

Semua itu masalah, Dek.

Semua itu bisa jadi masalah baru atau melanjutkan masalah lama dengan lebih WOW lagi,” jelas Hanny.

Kehidupan sebelum dan sesudah menikah tentu berbeda. Hal itu juga disampaikan Hanny. Menurutnya ketika seseorang telah menikah, maka juga harus memikirkan keinginan mertua tidak hanya orang tua sendiri. Juga ketika seseorang telah menikah, maka tidak hanya memikirkan kebutuhan perut sendiri melainkan kebutuhan pasangan juga.

“Oke kita ngomongin yang real.

Kalau pas sebelum nikah, kamu cuma mikir apa yang diharapkan ortu darimu. Setelah nikah kamu juga harus mikir apa yang diharapkan mertua darimu.

Kalau pas sebelum nikah, kamu cuma mikir gimana bikin perut kenyang. Setelah nikah, kamu juga harus mikir gimana cara bikin perut pasanganmu kenyang,” lanjutnya.

Pemilik akun yang menyebut sumainya Odey itu kemudian menceritakan perjuangannya menjalani kehidupan rumah tangga bersama suami. Ia juga menceritakan bagaimana perjuangannya menyelesaikan tugas akhir kuliah sembari menjadi ibu rumah tangga.

“Saya dulu ngerjain skripsi sambil jadi IRT.

Kalau seharusnya setelah ngejar dosen ke sana ke mari saya bisa nggeblak di kasur sambil mimik es teh sebotol gede, saat itu saya harus segera bersihin rumah kontrakan dan masakin odey makan sepulang kerja.

Odey, suami saya, dulu gak sepengertian sekarang… kalau sekarang mah pulang kerja langsung ngajak saya ama farrel gelundungan di kasur. Dulu masih manjaaaa… pulang kerja kudu disiapin dari a sampai z nya. Semua HARUS dilayani.

Ngomongin pegel ya pegel buanget. Rambut sampai brodol parah. Tapi, itu kewajiban. Saya juga gak bisa ngeluh. Belum lagi melakukan kewajiban yang lain. Wesss… ngalahin kuli,” lanjutnya.

Hanny mengaku bahwa hubungan rumah tangganya bersama sang suami tidak berjalan mulus. Bahkan saat masih awal menjadi pasangan suami-istri ia mengaku kerap bertengkar. Namun, mereka menyadari untuk tetap menjaga keutuhan mahligai rumah tangga dengan menyatukan dua kepribadian yang sama-sama keras. Dan, itu diakuinya tidaklah mudah.

“Deeekkkk… waktu awal nikah saya iteeemmm… kurussss…

Kami emosian. Berantem itu sehari bisa sampai 2-3 kali. Udah sering pengen nyerah. Tapi gak bisa…

Berantem-baikan-berantem-baikan…

Gitu terus ampe tetangga bosen yah… namanya dulu rumah kontrakan bangsalan. Pastilah napas aja denger. Hahahhaa…

Kalau kalian lihat kami sekarang nempel kek perangko abis dijilat, itu adalah karena perjuangan menyatukan dua kepribadian yang sangat sama. Sama sama keras.

Gak mudah deeeekkk…,” lanjutnya.

Selain itu, Hanny juga menyinggung kebebasan perempuan ketika sudah menikah. Ia mengatakan kebebasan itu tidak bisa seleluasa saat belum menikah. Banyak hal yang mesti diurus sehingga mengorbankan banyak waktu.

Katanya, “Suami abis kerja pengennya langsung tidur eh… kudu nimang anak, bantuin jaga anak lagi sakit, beli ini beli itu buat keperluan istri yang gak bisa keluar. Bantuin istri beresin kerjaan rumah. Belum lagi kalau ada acara di lingkungan tempat tinggal. Pengen main sama temen, istri udah melotot depan pintu kek nyi pelet ketelen duri ikan paus.

Untuk kamu cewek-cewek yang kerja. Kalau sekarang sepulang kerja kamu bisa jalan-jalan manja ke mall, setelah nikah… jangan harap. Kamu kudu izin sama suami ke mana pun. Kalau suami nggak ridho… acara shopingmu bisa jadi HARAM. Apalagi kalau suami gak tau. Hiiii… ngerik…

Saat berumah tangga, kebebasanmu hilang. Hakmu akan ditutupi dengan kewajiban. Ini bukanlah adaptasi yang mudah. Makanya banyaaaaakkkk sekali penganten baru yang niat cere atau selingkuh. Karena gak kuat berjuang menekan ego demi menyenangkan pasangan.”

Memiliki pasangan yang kaya-raya juga menurut Hanny bukan menjamin kebahagiaan dalam berumah tangga. Karena permasalah lain tetap saja dapat menghampiri. Pun ketika memiliki pasangan yang pas-pasan.

“Nikah sama orang kaya raya juga bukan jaminan kebahagiaan. Ada banyaaaaakkk sekali bahaya yang mengintai. Oke. Saya gak akan sebut masalah pelakor, selingkuhan, suami jajan PSK, atau nikah dengan si anak orang kaya manjanya gak ketulungan. Saya mau cerita gimana kalau kekayaan yang dimiliki itu habis?

Saya pernah ngadepin momen di mana tidak ada uang yang tersisa selain untuk makan 1 orang. Waktu itu saya berbohong sama suami dan bilang saya sudah makan. Padahal dari pagi saya cuma minum air putih. Saya belikan makan buat suami aja. Kasihan dia pulang kerja. Pernah juga dibalik. Uang cuma bisa buat beli 1 nasi bungkus. Suami belikan untuk saya tok. Saya tahu. Saya pura-pura bilang kalau nasi bungkusnya gak enak dan bukan selera saya. Cuma makan beberapa sendok terus saya kasih ke suami. Pernaaaahhhhh….

Alhamdulillah pertolongan segera tiba.

Tapi… mampukah kamu menghadapinya? Itu tidak terjadi sehari dua hari. Itu terjadi dalam kurun waktu yang cukup untuk membuat iman goyah.

Lagi pailit… tiba-tiba mantan datang membawa angin segar; ngajak ketemuan. Mantan pakai mobil kece, jelas dompetnya setebal pajak mobilnya. Kalau cuma kencan haha hihi, pulangnya mesti dapet kalau cuma pulsa mah…

Kira-kira… ambil enggak tawaran ketemuannya?

Sekarang mah enak bilang “enggaaaaaakkkkk…” kalau kejadian beneran, mingkem cep. Galau setengah mati.

Kalau saya?

Hahaha…

Saya takut aja kalau ini semua cuma jebakan. Saya mikirnya… Pas saya ketemuan sama mantan, terus odey datang bareng kru tv sama Aston Kutcher ambil tereak ‘you’ve got a PUNK’D!

(Ini tontonan taun berapa?! )

Ngerik!!!

Malunya itu loh kalau beneran kejadian, jadi saya memilih untuk bobok aja di rumah ,” ungkapnya.

Hanny kemudian menceritakan ketika salah satu temannya menemuinya. Temannya itu menyampaikan keluh-kesahnya selama berumah tangga. Temannya itu juga mengatakan hal serupa, bahwa pernikahan yang dijaninya itu tidak seindah yang dibayangkan.

“Cerita nih yaaa…

Seorang teman yang dulunya jerit-jerit pengen nikah terus akhirnya nikah… menghubungi saya. Dia nyesel menikah karena menikah itu jauhhhhh berbeda dengan khayalannya. Dia sampai bertanya-tanya apa dia salah pilih orang? Apa kalau dia nikah sama si A bakal lebih bahagia?

Saya bilang…

‘Biar kamu nikah sama jendral pun akan tetap berakhir sama. Laki-laki memiliki sifat dasar yang tipikal. Sifat ini gak akan cocok sama kita, perempuan. Tinggal sekarang kamu sebagai istri apakah bisa membawa suami agar memahamimu atau tidak’,” kisah Hanny.

Perempuan itu kemudian berpesan kepada orang, khususnya perempuan yang belum menikah untuk tidak merasa cemas, apalagi galau. Menurutnya mungkin memang itu adalah cara tuhan untuk memberikan kesempatan berprestasi.

“Dek, nikah itu bukan main-main.

Cowok yang bisa dijadikan suami juga bukan sembarangan. Gak cukup cuma modal ganteng dan punya kerja aja. Kudu emang siap dan pantas jadi imam.

Cewek yang bisa dijadikan istri juga bukan asal cantik dan berbodi aduhai. Dia kudu siap lahir batin mengabdi dan mendedikasikan diri untuk keluarga.

Dek, nikah itu bukan kayak pacaran

Suka ayo jalan… gak suka ditinggalkan.

Dek, nikah itu bukan kayak main rumah-rumahan yang kalau bosen bisa ditinggal pulang terus besok main lagi.

Dek, nikah itu bukan keinginan, tapi kesiapan.

Nikah itu bukan karena disuruh atau pengen, tapi karena panggilan jiwa.

Nikah itu bukan karena ingin menutupi aib keluarga, tapi karena kesungguhan dan niat yang tulus.

Kalau sekarang kamu belum menikah dan belum punya calon suami atau pacara atau apalah yang mereka sebut, gak usah galau. Siapa tahu itu cara Allaah untuk memberimu kebebasan. Siapa tahu itu cara Allaah untuk memberimu kesempatan berprestasi. Gak usah ditangisilah kejombloanmu. Gak usah dirisaukan lagi kapan kamu akan menikah. Nanti kalau sudah saatnya, kalian pasti akan bertemu karena jodoh itu sudah tertulis sebelum kamu lahir, gak akan tertukar… gak akan keselip biarpun kamu sembunyi di ketek Hulk.

Nanti…

Akan tiba saatnya kamu menikah, berjuang, menangis dan melewati masa-masa buruk dengan suami/istrimu. Setelah itu, mungkin kamu akan jadi seperti pasangan suami istri ini,” pesan perempuan itu.

Di akhir unggahan pancang itu, Hanny juga sempat menuliskan pesan bagi orang yang sudah dewasa. Mereka yang sudah saling mengerti satu sama lain, sudah mampu menyikapi kerasnya hidup, dan sudah mengerti bahwa saling mencintai pasangan adalah yang utama, maka suatu saat nanti pasti akan menemui perjuangan baru dalam hidup.

“Mereka yang sudah dewasa dan melalui berbagai macam masalah bersama. Mereka yang sudah saling mengerti satu sama lain. Mereka yang sudah belajar bagaimana cara menjinakkan kehidupan. Mereka yang sudah tahu kalau saling memiliki dan mencintai pasangan adalah yang utama.

Nanti…

Mungkin satu jam lagi…

Atau mungkin besok atau besoknya lagi atau besok besoknya lagi…

Saat kamu dan dia yang di ujung sana sudah siap lahir batin untuk perjuangan baru,” pungkasnya.

Diketahui pemilik akun Facebook Hanny sebelumnya sempat mengunggah cerita tersebut pada November 2017 dan menjadi viral. Setidaknya lebih dari 3 ribu orang menyukai unggahan tersebut dan dibagikan sebanyak lebih dari 5 ribu kali. Hanya saja lantaran sempat terjadi masalah dengan akun Facebook miliknya, unggahan tersebut pun menghilang.

Namun, lantaran banyak orang yang ingin melihat unggahan itu kembali, Hanny pun kemudian mengunggahnya kembali pada 11 Februari 2018. Kini unggahan tersebut kembali ramai diperbincangkan di media sosial.

“Saya repost karena ada teman-teman yang merasa kehilangan postingan viral ini. Jika tidak bisa menemukan link berita mengenai Nikah itu Nggak Enak, bisa share status ini kembali.

Terima kasih banyak,” tulis Hanny mengakhiri unggahannya.

Unggahan tersebut kemudian mendapat banyak komentar dari warganet. Banyak dari mereka menyetujui dengan kisah yang dibagikan Hanny. Selain itu, banyak juga dari mereka meminta izin untuk kemudian membagikan unggahan tersebut di media sosial masing-masing.

“Setuju ney, nikah emang gk enak awalnya waktu blm bisa menyesuaikan,” tulis Astri Sutisna.

“Saya merasakan lima tahun pertama kemarin itu…

Pernah pengen menyerah di tahun ke tiga dan ke empat,” tambah Arum Arimbi.

Indah Utami, “Haha…bener banget! Dulu sampai habis beberapa buku diary buat pelampiasan saat dekade pertama pernikahan. Sekarang dah hampir jalan 20 taon. Lebih selow, nggak gampang baperan lagi.”

Sumber : kumparan.com