Perempuan Muda di Medan Jual Anak Teman ke Pria Hidung Belang, Uangnya Buat Beli Sabu

0
3
Jaksa Penuntut Umum pengganti dari Kejari Medan Tiorida Hutagaol (nomor dua dari kiri) membacakan tuntutan terhadap terdakwa. (Foto:ANTARA)
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Cindy (25) perempuan muda yang menjual anak temannya ke pria hidung belang dituntut jaksa penuntut umum (JPU) hukuman 5 tahun penjara. Persidangan ini berlangsung di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (23/11/2022).

JPU pengganti dari Kejari Medan Tiorida Hutagaol dalam tuntutannya mengatakan, perempuan muda ini dinilai memenuhi unsur melakukan tindak pidana Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Yakni melakukan perekrutan, penampungan atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penculikan, penipuan, dan tujuan mengeksploitasi orang,” ujar JPU.

Dalam persidangan tersebut, JPU tidak menjelaskan apa hal-hal yang memberatkan serta meringankan terhadap terdakwa.

Majelis Hakim PN Medan diketuai Eti Astuti melanjutkan sidang tersebut pada pekan depan untuk pemeriksaan terdakwa.

Sebelumnya, JPU dari Kejari Medan Pantun Marojahan Simbolon dalam dakwaannya mengatakan, terdakwa bersama temannya Sherly, nama samaran menemui korban di tempat kos Carlo di Jalan SM Raja, Kecamatan Medan Amplas.

Terdakwa kemudian menawarkan korban agar tinggal di rumahnya daripada di tempat kos.

“Kau tinggal saja dulu di tempat kakak (terdakwa) untuk sementara atau beberapa hari. Tapi kalau nggak mau tinggal di situ pun, nggak apa-apa, main-main aja dulu,” kata JPU menirukan ucapan Cindy.

JPU menjelaskan, korban kemudian diajak ke salah satu kamar Hotel Oyo, namun pintu kamar dikunci. Terdakwa pun membuka aplikasi online MiChat dan memposting foto saksi korban.

Beberapa jam kemudian masuk tawaran dari ‘pria hidung belang’ lewat aplikasi MiChat dengan tawaran Rp500.000. Korban lalu diminta untuk melayani pria tersebut.

“Korban kemudian diberikan uang Rp500.000 dan Cindy mendapat komisi Rp100.000,” ucap JPU.

Sementara sisanya Rp200.000 digunakan Sherly untuk membeli narkotika jenis sabu dipakai secara bersama-sama di kawasan Kampung Baru. Lalu sisa uang sebesar Rp200.000 lagi untuk membeli makanan, hand body dan rokok. JPU mengatakan, ibu korban juga teman terdakwa yang kemudian melabrak terdakwa.

“Kau jual anakku kan,” kata ibu korban.

Kasus tersebut dilaporkan ke penyidik Polrestabes Medan hingga berujung di pengadilan.

 

Sumber : iNews.id