Perhatian! Kepesertaan Prakerja Gelombang 8 Terancam Dicabut

0
3
Ilustrasi Kartu Prakerja. (Net)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Bagi kalian yang sudah lolos jadi peserta Prakerja gelombang 8 segeralah membeli paket pelatihan hari ini (15/10/2020) atau kepesertaan kalian akan dicabut dan tak bakal dapat insentif.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Manajemen Pelaksana atau Project Management Officer (PMO) Kartu Prakerja dalam keterangan resminya yang dikutip CNBC Indonesia, Kamis (15/10/2020).

“Bagi sobat Prakerja yang sudah lolos gelombang 8, namun belum membeli pelatihan pertama, segera beli pelatihan pertamamu sekarang juga! Batas pembelian pelatihan pertama bagi penerimaan Kartu Prakerja gelombang 8 adalah tanggal 15 Oktober 2020 pukul 23.59 WIB,” tulis Manajemen Kartu Prakerja.

Pencabutan kepesertaan Kartu Prakerja tertuang dalam Peraturan Permenko No.11 tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja Melalui Program Kartu Pra Kerja yang Merupakan Amanah Dari Pelaksanaan Perpres Nomor 76 tahun 2020.

Dalam beleid ini disebutkan disebutkan setiap penerima kartu Prakerja memiliki waktu 30 hari untuk membeli pelatihan pertama sejak mendapat SMS (shot ) pengumuman dari Kartu Prakerja.

“Bila lewat dari waktu tersebut sobat belum membeli pelatihan pertama, maka kepesertaan dalam program Kartu Prakerja akan dicabut,” ungkap manajemen Kartu Prakerja.

Informasi saja, Kartu Prakerja adalah program persiapan warga Indonesia untuk memasuki dunia kerja dan semi bantuan sosial di pandemi Covid-19. Program ini memiliki anggaran Rp 20 triliun untuk 5,6 juta peserta. Saat ini kuota peserta sudah terpenuhi sehingga pendaftaran Kartu Prakerja tidak dibuka lagi.

Setiap peserta akan mendapatkan manfaat sebesar Rp 3,55 juta. Sebesar Rp 1 juta akan diberikan dalam bentuk voucher pembelian paket pelatihan di platform mitra digital Kartu Prakerja. Yakni, Tokopedia, Bukalapak, MauBelajarApa, Pintaria, Sekolahku, Pijarmahir, dan Kementerian Ketenagakerjaan.

Setelah menyelesaikan pelatihan dan mendapat sertifikat, peserta akan mendapatkan bantuan tunai sebesar masing-masing Rp 600 ribu yang diberikan selama empat bulan. Selanjutnya ada uang mengisi survei masing-masing Rp 50 ribu untuk tiga kali survei.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Purbasari menjelaskan, 310.212 peserta yang dicabut kepesertaannya itu merupakan peserta yang berasal dari gelombang 1 sampai gelombang 7. Dari total kepesertaan yang dicabut ada Rp 1,1 triliun insentif yang batal dicairkan dan dikembalikan ke kas negara.

“Yang dicabut sejauh ini 310 ribu orang. Kami dari pelaksana menunggu arahan dari Komite, berapa banyak dari 310 ribu ini yang akan dipulihkan dan menjadi peserta Kartu Prakerja di gelombang 11. Jadi kami masih menunggu keputusan,” jelas Denni dalam video conference, Rabu (14/10/2020).

 

Sumber : cnbcindonesia.com