Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2017 Provsu di Bandar Betsy Simalungun

0
2170
-Gubsu bersama jajaran FKPD Provsu dan Wakil Bupati Simalungun di depan tugu pahlawan revolusi dan tugu Letda TNI (Purn) Sujono

BuktiPers.Com – Simalungun (Sumut)

Peristiwa yang terjadi pada tahun 1965 yang dikenal dengan Gerakan 30 September oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan melakukan berbagai aksi-aksinya untuk mengkudeta terhadap NKRI dan mengganti dasar Negara yakni Pancasila.

Dari aksi yang dilancarkan PKI tersebut menyebabkan banyaknya gugur putra terbaik bangsa diantaranya tujuh jenderal kita, sebagai pahlawan revolusi, termasuk di Sumut (Sumatera Utara) yang dikenal dengan peristiwa Bandar Betsy dengan gugurnya Pelda TNI Soejono dalam peristiwa itu.

Peristiwa yang memilukan seluruh bangsa Indonesia itu setiap tahunnya diperingati, untuk mengenang pada pahlawan yang menjadi korban akibat kekejaman PKI. Di Sumatera Utara, peringatan Hari Kesaktian Pancasila dipusatkan di halaman Tugu Letda TNI Sujono di Perkebunan PTPN III Bandar Batsy, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Minggu (1/10/2017).

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila itu dilaksanakan dalam upacara nasional yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Ir H Tengku Erri Nuradi MSi dan sebagai komandan upacara Mayor Inf Andi Sasmito (Wadanyon 126/KC).

Peserta upacara terdiri dari barisan TNI, Polri, PNS, OKP, Pramuka dan para pelajar serta dihadiri oleh FKPD Provsu, pejabat tinggi TNI dan Polri, anggota DPRD Sumut dan Kabupaten Simalungun serta jajaran Pemprovsu, FKPD Kabupaten Simalungun, Wakil Bupati Simalungun dan jajarannya serta dari pihak PTPN III Kebun Bandar Betsy.

Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tersebut mengangkat tema yaitu “Kerja bersama berlandasan Pancasila mewujudkan masyarakat adil dan makmur”. Dalam upacara tersebut Gubsu membacakan Teks Pancasila yang diikuti oleh peserta upacara, Ketua DPRD Provsu Wagirin Arman, SSos membacakan Ikrar, sedangkan pembacaan Pembukaan UUD 1945 dilaksanakan oleh Juhum Damanik (Anggota KNPI Simalungun). upacara itu juga ditandai dengan ikrar anti komunis oleh para pemuda dengan mengenakan pakaian adat berbagai etnis.

Usai pelaksanaan upacara, Gubsu disaksikan oleh para undangan dan ribuan masyarakat yang menghadiri upacara kenegaraan itu meletakkan karangan bungan di tugu Letda TNI (Purn) Sujono. Selanjutnya Gubsu memberikan bingkisan kepada keluarga Letda TNI (Purn) Sujono.

Sebagaimana biasa seusai upacara peringatan Hari Kesaksian Pancasila, diadakan praghment peristiwa Bandar Betsy yang menyebabkan gugurnya putra terbaik bangsa dalam mempertahankan NKRI yaitu Pelda TNI Sujono yang dibantai dengan sadis oleh anggota BTI yang dibawa oleh PKI. Praghment tersebut diperankan oleh masyarakat Bandar Betsy.

Gubsu Ir H Tengku Erri Nuradi MSi dihadapan wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik mengatakan peristiwa Bandar Betsy yang terjadi pada tahun 1965 menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua. Oleh karena itu kita jangan mudah terprovokasi. “Kalau kita lihat dari praghment tadi dimulai adanya provokasi digerakkan oleh masyarakat dengan berbagai iming-iming yang melanggar hukum,” katanya.

Meskipun PKI telah dilarang di Negara Indonesia, tetapi paham-paham seperti itu masih banyak. “Ini yang perlu kita antsipasi, seperti provokasi, agitasi, dan adudomba diantara kita. Apalagi tahun depan kita akan memasuki pesta demokrasi, tentu banyak perbedaan pendapat. Untuk itu mari kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam menjaga suasana yang kondusif dan keutuhan NKRI,” ujar Gubsu.

Hal senada juga dikatakan Wakil Bupati Simalungun Ir H Amran Sinaga, MSi menanggapi praghment tersebut mengatakan bahwa kekejaman anggota BTI yang dibawa oleh PKI sungguh luar biasa, tanpa prikemanusiaan, menewaskan putra terbaik bangsa yang membela kebenaran. “Begitu kejamnya BTI yang dibawa PKI dalam menghakimi Pelda Sujono. Dimanapun dan Agama manapun pasti tidak memboleh hal itu,” katanya.

Amran menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan gerakan-gerakan yang dibawa oleh komunis dan gerakan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Mari kita jaga NKRI agar tetap utuh, mari bersatu padu menentang hal yang tidak baik dalam tatanan kehidupan kita. “Tadi juga kita saksikan ikrar anti komunis oleh para pemuda. Artinya kita tetap mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara,” ujarnya. (01/Red)