Pesta Miras Oplosan di Sentani, 5 Orang Tewas, 4 Dirawat di RSUD Abepura Jayapura

0
113
Ilustrasi miras oplosan. (Net)
Dijual Rumah

Jayapura, buktipers.com – Lima dari sembilan warga di Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, tewas setelah menenggak minuman keras oplosan. Empat korban lain masih dirawat di RSUD Abepura, di Jalan Kesehatan, Abepura, Jayapura.

Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon mengatakan kasus terjadi di Obale Kampung Nendali, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Korban yang meninggal yakni Daud Yoku (55), Marthen Robert Ohee (65), Yordan Wally (53), Absalom Yoku (32) dan Hendrik Pallo (51).

“Sedangkan empat orang korban dirawat di RSUD Abepura, yakni Hanock Yoku (64), Hendrik Waly (58), Yan Yoku (59) serta Wilklif Wally (49),” katanya di Sentani, Senin (30/9/2019).

Korban Daud Yoku telah dimakamkan Minggu (29/9/2019) sore di pemakaman umum Kampung Nendali. Sementara tiga korban Hendrik Pallo, Abisalom Yoku, Yordan Wally dimakamkan Senin sore di TPU yang sama dalam satu liang lahat. Korban Marthen Robert Ohee dimakamkan di pemakaman umum Kampung Harapan.

“Barang bukti yang kami dapati saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di antaranya beberapa botol sudah kosong dan satu botol yang masih utuh berisikan minuman keras oplosan,” katanya.

Kejadian berawal saat Jumat (27/9/2019), sembilan orang tersebut hendak memanen sagu di Obale Kampung Nendali. Sambil memanen, mereka juga melakukan pesta minuman keras hingga Sabtu (28/9/2019). Daud Yoku meninggal hari Sabtu, sementara empat yang lain meninggal di hari Minggu.

Keluarga korban tidak mau untuk diotopsi. Polisi akhirnya membuat berita acara penolakan otopsi.

Untuk minumannya, tambah dia, belum diketahui jenisnya. Namun dari aroma terdapat bau alkohol dan campuran minuman suplemen tambah tenaga. “Barang bukti juga dikirim ke Balai POM untuk mengetahui bahan campuran yang dipakai dalam minuman,” katanya.

Saat ini, kasus masih dalam penyelidikan untuk mengetahui siapa pembuat minuman keras oplosan tersebut. “Jika terbukti, pelaku bisa kami jerat dengan Pasal 204 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” katanya.

 

Sumber : iNews.id