Petani di Sumut Resah Harga Gabah Anjlok Gegara Jalan Rusak Parah

0
1
Akses jalan di Kecamatan Kualuh Leidong, Labuhanbatu Utara (Labura), Sumut yang rusak parah (Foto: Ahmad Fauzi Manik/detikcom)
Dijual Rumah

Labura, buktipers.com – Petani padi di Kecamatan Kualuh Leidong, Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara (Sumut), akan melaksanakan panen raya kurang dari sebulan lagi. Namun, ada keresahan yang mereka rasakan.

Yakni terkait kondisi jalan yang rusak parah di daerah tersebut. Kondisi yang membuat warga sulit beraktivitas selama puluhan tahun.

Warga juga telah berkali-kali meminta ke Pemkab Labura agar jalan diperbaiki. Selain itu mereka juga kerap menulis surat terbuka di media sosial.

“Panennya (padi) kira-kira biasanya, kalo menurut biasanya tanggal 10 Januari (2022),” kata seorang petani warga Desa Teluk Pulai Dalam, Kecamatan Kualuh Leidong, Makdin Sinaga, kepada wartawan Sabtu (11/12/2021).

Makdin mengatakan petani saat ini dihantui dengan kondisi jalan yang buruk. Peristiwa putusnya akses jalan, telah beberapa kali terjadi belakangan ini.

Makdin menyebut putusnya jalan tak hanya terjadi pada satu titik tertentu. Namun terjadi di banyak titik di seluruh ruas jalan yang menghubungkan Kualuh Leidong dengan Kecamatan lainnya. Ditambah kondisinya yang rusak parah.

“Jadi kami kemana kami jual padi kami, kalau tak bisa keluar padi kami,” kata Makdin

Warga lainnya Nasrun Tanjung mengatakan sawit warga pun sering tidak bisa dijual. Penyebabnya karena tidak bisa diangkut.

Kondisi jalan di Kecamatan Kualuh Leidong, Labuhanbatu Utara (Labura), Sumut (Foto: Ahmad Fauzi Manik/detikcom)

“Kalaupun bisa diangkut harganya jadi sangat turun, jauh dari harga normal. Rugi petani,” sambungnya.

Karena itu, Nasrun berharap kondisi mereka ini didengar pemerintah pusat. Selama ini, Nasrun mengatakan pemerintah tidak pernah memperhatikan infrastruktur di Kualuh Leidong.

“Harga sawit normalnya Rp 2.500 per kilo. Karena jalan rusak di sini cuma dihargai Rp 1.900 per kilo. Turun seperempatnya. Kalo gabah nanti kami khawatir, di bawah Rp 4.000 perkilonya. Kalau itu yang terjadi rugilah kami,” katanya.

“Sengaja kami undang bapak-bapak wartawan ke mari agar bisa memberitakan kondisi kami ini dan mudah-mudahan berita itu didengar oleh Presiden Jokowi. Kepada Pak Jokowi kami berharap pemerintah mau membangun kampung kami ini. Belum pernah diaspal jalan-jalan kami ini, Pak,” lanjut Nasrun.

Nasrun menyebut selama ini berbagai upaya senantiasa dilakukan warga, untuk mempertahankan kondisi jalan mereka. Di antaranya dengan berswadaya agar jalan yang tak pernah tersentuh aspal tersebut, tetap layak untuk dilalui.

“Dulu pernah dikutip setiap motor (truk) yang lewat bayar. Tapi ada saja masalah yang muncul, termasuk yang dibilang pungli lah, macamlah,” sebut Nasrun.

Dari data BPS Labura, di tahun 2020 terdapat 3.500 hektare sawah milik masyarakat di Kecamatan Kualuh Leidong. Yang menghasilkan 18.787 ton padi selama setahun.

Sementara jumlah penduduk Kecamatan Kualuh Leidong ialah 34.677 jiwa. Dengan 52% di antaranya berprofesi sebagai petani.

 

Sumber : detik.com