Petani Dusun IV Parit Mesin Sei Rejo Mengeluh, Agen Padi Tidak Jujur Dalam Timbangan

0
88
Tampak agen saat menimbang padi petani dan bukti padi yang ditimbang ulang yang susut.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com –  Beberapa petani Dusun IV Parit Mesin, Desa Sei Rejo, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), sangat kecewa, lantaran padi yang dijual mereka kepada salah satu agen luar.

Bukan tanggung-tanggung, padi basah yang baru siap panen dijual petani kepada salah satu agen berkurang timbangannya, dalam satu karung goni yang berat 80 kg berkurang 4 kg.

Menurut keterangan para petani kepada wartawan, Minggu (21/8/2022) malam, mereka tergiur menjual padi basah yang baru siap panen kepada salah satu agen luar karena harga yang sangat tinggi, bahkan melebihi Rp.100 (seratus rupiah) perkilo lebih tinggi dengan harga kilang padi setempat.

Beberapa petani yang tidak mau disebut namanya, merasa sangat kecewa dan merasa dirugikan.

Memang harga padi basah yang dibayar oleh agen lebih tinggi dari harga kilang padi, yang mana kilang padi setempat cuma berani membayar seharga Rp.5.500 (lima ribu lima ratus rupiah) perkilo. Sementara agen luar sanggup membayar seharga Rp.5.600 (lima ribu enam ratus rupiah) perkilo, selisih seratus rupiah, jadi, kami anggap merasa beruntung, ujarnya.

Tapi dibalik harga tinggi tersebut, ternyata si agen melakukan dugaan penipuan dengan memakan berat timbangannya.

Sebelumnya, padi yang baru siap panen yang telah dimasuki kedalam karung goni sebagian sudah kami timbang terlebih dahulu. Yang mana dalam satu karung goni beratnya berpariasi dan sudah tau beratnya, kata beberapa petani.

Lalu, setelah ditimbang menggunakan timbangan agen, ternyata isi padi berkurang seberat 4 kg per goni.

“Jika dikalikan dengan harga penjualan berapa banyak kami rugi,” ucap petani lagi.

Ditempat yang sama, salah satu petani berinisial KSN, sempat cekcok dan komplain dengan si agen, lantaran padi yang dijual sebanyak 90 karung goni berkurang berat timbangannya.

Setelah komplain, akhirnya padi ditimbang ulang menggunakan timbangan berbeda dengan timbangan sebelumnya, ternyata padi susut seberat 227 kilo. Dan jika dikalikan dengan harga jualan sebesar Rp.5.600 sudah berapa rugi kita, kata KSN.

Ditambahkannya, ini baru seorang petani yang menjual, berat dugaan kemungkinan petani lainnya tertipu juga.

Sementara, Kepala Dusun IV Suriono sangat menyesalkan hal ini bisa terjadi.

Memang kita ada mendengar, bahwa petani di Dusun IV ini sempat komplain kepada salah satu agen luar, perihal tentang pembelian padi, yang pada saat petani dan agen ada sedikit ribut, waktu itu saya sedang kurang enak badan dan bekusuk, katanya.

Setelah itu kita langsung ke lokasi dan memang betul padi yang dijual petani kepada agen luar berkurang timbangannya, tambahnya.

Dan sempat padi petani sebanyak 90 goni yang semula sudah ditimbang, kembali ditimbang ulang. Terlihat dalam jumlah 90 goni padi tersebut berkurang seberat 227 kilo.

Jadi kita berharap kepada agen luar itu jika ingin membeli padi petani harus “cuceng” (jujur) dengan timbangannya, kata Suriono.

“Kita kasian kepada petani, dengan cara agen tersebut yang membuat petani merugi, diduga agen luar tersebut bermain dengan timbangan atau kiurnya,” pungkas Kadus Suriono.

 

(ML.hrp)