Beranda Lintas Provinsi Petugas di Bekasi Habiskan Waktu 1 Jam Dampingi 16 Orang Gila Mencoblos

Petugas di Bekasi Habiskan Waktu 1 Jam Dampingi 16 Orang Gila Mencoblos

99
0
Ilustrasi: Pemilu 2019. (Dok. JawaPos.com)

Buktipers.com – Bekasi

Sebanyak 16 penyandang disabilitas mental di panti rehabilitasi gangguan kejiwaan Yayasan Galuh, Kelurahan Sepanjangjaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi memberikan hak suaranya di Pemilu 2019, Rabu (17/4).

“Ada sekitar 8 orang tidak bisa memberikan hak suara karena waktunya habis,” kata pengurus yayasan Ajat kepada wartawan di Yayasan Galuh, Rabu (17/4).

Menurut Ajat, data sebelumnya mencapai puluhan orang yang tercatat di dalam DPT, maupun A5. Tetapi sebagian besar telah diambil keluarganya karena kondisinya dianggap membaik selama berobat di yayasan.

Berdasarkan pantauan merdeka.com, proses pemungutan suara di Yayasan Galuh dimulai pukul 12.30 WIB. Petugas dari tiga TPS berbeda mendatangi yayasan yang berada di tengah perkampungan warga. Di antaranya TPS 19, 21 dan 116.

Baca Juga!  Tolak Mundur, Bara Hasibuan Balas Tantang Pengurus PAN yang Desak Pemecatan

Proses pemungutan berjalan lancar memakan waktu sekitar satu jam untuk 16 orang. Mereka yang hendak menggunakan hak pilih dipandu oleh sejumlah petugas, terutama ketika membuka surat suara.

Menurut Ajat, panitia pemungutan suara hanya membawa logistik berupa surat suara, tinta dan alat mencoblos. Adapun bilik suara dibuatkan dari kardus seadanya yang ada di yayasan.

“Saya sudah menjalankan kewajiban, terlepas ada yang tidak bisa memilih, itu kewenangan dari KPPS, karena bilangnya waktu sudah habis,” ujar Ajat.

Seorang penyandang disabilitas mental, Ali mengaku mencoblos Prabowo ketika menggunakan hak pilihnya. Pasien lainnya, Rina mengaku mencoblos Jokowi.

“Gak jadi nyoblos Obama,” kata Ismail, penyandang disabilitas mental yang tak bisa menggunakan hak suaranya.

Baca Juga!  Siapa Selundupkan Senjata untuk Aksi 22 Mei?

Sumber : merdeka.com

Loading...