PGI Beri Alternatif Agar Umat Tak Merayakan Paskah di Gereja Saat Corona

0
58
Foto: Ketua PGI Gomar Gultom/Isal Mawardi detikcom
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) sejalan dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk mengimbau agar tidak ada perayaan Paskah di gereja selama masa pandemi virus Corona (COVID-19). PGI memberikan beberapa alternatif kegiatan yang bisa dilakukan.

Awalnya, PGI melihat ada kebingungan di gereja terkait perayaan Paskah dengan puncak perayaan pada 12 April 2020. PGI meminta agar gereja memperhitungkan masa pandemi Corona yang masih berlangsung.

“Kami memahami kegelisahan dan kebingungan banyak Gereja anggota dalam menyikapi tradisi Perjamuan Kudus yang kita lakukan di seputar masa raya Paskah, entah pada hari Kamis Putih, Jumat Agung, atau Minggu Paskah,” kata Ketua Umum PGI, Pdt Gomar Gultom, dalam keterangannya, Minggu (5/4/2020).

“Oleh karena itu, kami ingin memberikan pertimbangan kepada gereja-gereja anggota PGI agar dapat mengambil kebijakan dan keputusan gerejawi masing-masing, yang dapat dipertanggungjawabkan secara teologis, sekaligus tetap di dalam koridor memperjuangkan dan memelihara kehidupan di masa pandemi COVID-19 ini,” katanya.

Ada tiga alternatif pilihan yang bisa dilakukan saat perayaan Paskah. Ketiganya, tidak membuat aktivitas Paskah dengan berkumpul di Gereja tahun ini.

“Atas berbagai pertimbangan teologis tersebut, kami tiba pada tiga alternatif: a). Menunda Perjamuan Kudus hingga masalah pandemi Covid-19 usai, b). Melaksanakan Perjamuan Kudus di rumah masing-masing, dan c). Perjamuan Kudus secara Spiritual (Spiritual Communion),” kata Gomar.

PGI memberikan kebebasan kepada gereja untuk memilih alternatif yang pas. Namun, pelaksanaan ibadah di rumah tidak mengurangi nilai dan makna dari Paskah.

“Semua alternatif ini tetap diberikan dengan memegang prinsip bahwa kita tidak berkumpul bersama-sama secara ragawi di gedung Gereja. Apa pun yang menjadi pilihan yang diambil oleh Gereja, hal itu tidak mengurangi kehadiran Kristus, yang sudah bangkit, dalam persekutuan keluarga-keluarga sebagai Umat Kebangkitan dan Umat Berpengharapan,” kata Gomar.

Sebelumnya, Kemenag mengimbau umat Kristiani melaksanakan perayaan Paskah di rumah masing-masing. Imbauan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona.

“Untuk perayaan Paskah, Ditjen Bimas (Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat) Kristen mengimbau kepada pimpinan gereja agar dilaksanakan di rumah masing-masing,” kata Direktur Urusan Agama Kristen Kemenag, Janus Pangaribuan, dalam keterangan pers tertulis.

 

Sumber : detik.com