Pho Sie Dong, Raja Bisnis Ilegal di Binjai dan Terdakwa Kasus Narkotika Kembali Jalani Sidang

0
2
Terdakwa Pho Sie Dong jalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Binjai, Sumatera Utara, Selasa (9/8/2022). TRIBUN MEDAN/ Muhammad Anil Rasyid
Dijual Rumah

Binjai, buktipers.com – Pengadilan Negeri (PN) Binjai, Sumatera Utara, kembali menggelar sidang lanjutan terdakwa Pho Sie Dong warga Jalan Petai, Kelurahan Jati Makmur, Binjai Utara, dengan agenda mendengar keterangan saksi dalam perkara tindak pidana narkotika, Selasa (9/8/2022).

Persidangan ini dipimpin Ketua Majelis Hakim, Teuku Syarafi didampingi hakim anggota Maria Mutiara, dan Yusmadi di ruang Cakra.

Saksi polisi, Brigadir Irwanto yang hadir dipersidangan memberi keterangan yang mengejutkan.

Pasalnya pria yang bertugas luar dari Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai ini mengatakan bahwa, terdakwa Pho Sie Dong sempat menawarkan satu mobil Toyota Rush agar tidak ditangkap polisi.

“Terdakwa ada menawarkan mobil dan buku hitam agar tidak dibawa ke Polres Binjai,” ujar Irwanto.

Mendengar perkataan saksi, sontak sejumlah orang yang hadir termasuk ketua hakim sontak terkejut.

Majelis hakim kemudian menanyakan kepada saksi, mobil merek apa yang ditawarkan terdakwa Pho Sie Dong.

“Mobil Rush,” ujar Irwanto.

Majelis hakim kembali menanyai pernyataan saksi terkait mobil.

“Benar kamu ini? Kamu sudah disumpah. Siapa yang mendengar itu?,” ujar Majelis Hakim Ketua.

“Tim mendengar, Pak Kanit saya Ipda Parulian Sitanggang juga mendengar itu (tawaran mobil),” ujar Irwanto.

Saksi melanjutkan, terdakwa Pho Sie Dong diamankan atas dasar pengakuan terdakwa Abdul Gunawan, dari hasil pengembangan.

“Setelah kami melakukan penangkapan Abdul Gunawan, Abdul mengatakan barang (sabu) tersebut diperoleh dari Pho Sie Dong. Terdakwa Abdul pegang kunci gerbang, setiap ambil barang menggunakan kunci dari gerbang yang sudah diserahkan Pho Sie Dong,” ujar Irwanto.

Alhasil, tim kemudian merangsek masuk ke rumah dengan kunci gerbang yang dipegang terdakwa Abdul Gunawan.

“Setelah kami sampai di rumah Pho Sie Dong, dia lagi duduk di dalam rumah,” ujar Irwanto.

Lanjut Irwanto, terdakwa Pho Sie Dong menawarkan mobil sebagai tukaran saat dalam perjalanan menuju Polres Binjai.

“Dilakukan penggeledahan, tidak ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu,” ujar Irwanto.

Selain Brigadir Irwanto, saksi lain dari polisi hadir dalam sidang, yaitu Bripka Muhammad Syahputra juga memberi keterangan yang tak jauh dari saksi sebelumnya.

Syahputra bilang, Pho Sie Dong diamankan berdasarkan pengembangan dari Abdul Gunawan yang ditangkap di Dusun III, Sukaramai, Desa Tandam Hulu II, Hamparan Perak, Deliserdang.

“Saudara Abdul Gunawan bilang bahwa sabu itu dari saudara Pho Sie Dong. Langsung dicari bersama Abdul Gunawan ke alamat rumah Pho Sie Dong pada malam itu juga sekitar pukul 22.00 WIB,” ujar Syahputra.

“Di rumah tidak ada barang bukti, yang ada HP saja. Sabu tidak ada, ganja tidak. Sebelumnya Abdul Gunawan menghubungi Pho Sie Dong pakai HP Abdul, maka tau Pho Sie Dong dirumahnya,” ujar Syahputra.

Sedangkan itu, Syahputra menambahkan, tim dari kepolisian tidak ada melakukan penggeledahan.

Pernyataan itu disampaikan saksi menjawab pertanyaan dari majelis hakim, mengapa tidak melakukan penggeledahan di rumah tersebut.

“Kakaknya ada di rumah dan tidak mau adeknya dibawa (ke Polres Binjai), sempat dihalang-halangi. Jadi tim langsung pergi sambil membawa Pho Sie Dong,” ujar Syahputra.

Adapun barang bukti yang disita dari Pho Sie Dong, satu buah telepon genggam jenis android merek Samsung.

Sementara, emapt paket sabu, satu telepon genggam dan uang tunai Rp200 ribu disita dari Abdul Gunawan.

Majelis hakim kemudian menanyai terdakwa Pho Sie Dong atas ucapan saksi.

“Tidak benar soal mobil Toyota Rush beserta BPKB. Saya tidak pernah punya Toyota Rush dari dulu,” ujar Pho Sie Dong melalui sambungan video teleconference.

Majelis hakim kemudian menunda sidang tersebut.

“Keberatan terdakwa sudah kami catat dan kami nilai. Baik, sidang kita tunda sampai Kamis (25/8/2022) dengan agenda masih mendengar keterangan saksi,” ujar ketua majelis hakim.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa Pho Sie Dong dan Abdul Gunawan didakwa primair pasal 114 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 dan subsidair pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 (1).

Sebelumnya, Pho Sie Dong diamankan Unit II Satresnarkoba Polres Binjai di kediamannya, berdasarkan hasil pengembangan pada, Senin (9/5/2022).

Pho Sie Dong didakwa sebagai pemilik narkotika jenis sabu yang dijualkan oleh Abdul Gunawan. Dalam dakwaan jaksa, Abdul Gunawan mengakui sabu sebanyak empat paket dengan berat 0,34 gram adalah milik Pho Sie Dong.

Bahkan terdakwa Abdul juga mengakui, memperoleh sabu dari Pho Sie Dong sebanyak tujuh kali.

Pho Sie Dong cukup banyak dikenal masyarakat Kota Binjai. Pria yang akrab disapa Sie Dong diduga juga pernah beraktivitas di dunia ilegal.

Seperti main CPO, pupuk bersubsidi hingga buka usaha judi mesin tembak ikan.

 

Sumber : tribunnews.com