Pleno KPU Tapteng Diprotes Sejumlah Saksi

0
262
Suasana Pleno KPU Tapteng. (Foto/Job Purba)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Tapteng (Sumut)

Pelaksanaan rekapitulasi suara tingkat KPU kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), berjalan molor.

Hingga sore ini, belum satu pun kecamatan  yang selesai dibacakan.

KPUD Tapteng, menjadwalkan pelaksanaan rekapitulasi ini berjalan mulai pukul 10.00 WIB, dengan agenda pembacaan hasil DA1 tiap kecamatan, mulai dari hasil perolehan suara Pilpres hingga DPRD kabupaten/kota.

Penyebab molornya, karena ada kendala teknis yang dialami oleh PPK Sarudik yang mana hasil DA1 tertinggal dalam kotak hingga menghambat jadwal pleno.

“Berhubung karena PPK Sarudik belum mempersiapkan hasil pleno kecamatan yakni DA1, maka kita tunggu dijemput kotak suara dari Gudang,” ungkap pimpinan sidang pleno yang juga menjabat ketua KPU Tapteng, Timbul Panggabean.

Komisioner Bawaslu Tapteng, Seliswati Simanjuntak yang hadir dalam  pleno ini, juga  menjelaskan kendala teknis itu. Seperti  teknis ini seharusnya tidak terjadi lagi. Berhubung semua penyelenggara Pemilu yakni PPK sudah di bimtek, jadi ini perlu kita pahami bersama, ujarnya.

Selain itu, kehadiran saksi-saksi sekaligus adanya beberapa intruksi terkait pleno KPU Tapteng ini terkesan dipaksakan, membuat waktu untuk pelaksanaan makin molor.

“Kita melihat banyaknya laporan – laporan kecurangan pemilu di Tapteng ini yang belum ada titik terangnya dari Bawaslu. Membuat pleno kita ini seakan dipaksakan. Padahal masih ada sejumlah permasalahan  yang belum dituntaskan oleh KPU dan rekomendasi Bawaslu terhadap KPU belum direalisaaikan. Yakni hasil pleno PSU, “tutur Tumeang,  saksi dari PPP, pada Selasa (30/4/2019), di GOR Pandan.

Timbul Pangabean menjelaskan, sejumlah tahapan yang akan dilakukan  dalam pleno ini.

“Mulai dari PPK membuka kotak suara tersegel, PPK mengeluarkan dan membuka sampul tersegel, meneliti dan membaca dengan cernat dan jelas formulir model DA PPWP/DPR/DPD/DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Kemudian KPU Kabupaten Tapanuli Tengah mencatat hasil rekapitulasi ke dalam formulir Model DB1-PPWP/DPR/DPD/DPRD Provinsi/DPRD Kabupaten/ Kota,” jelas Timbul.

Dan tahap akhir, Ketua KPU Tapteng, membuat berita acara rekapitulasi di tingkat Kabupaten/Kota dalam formulir DB-KPU Formulir model DB-KPU dan DB1-PPWP/DPR/DPD/DPRD Provinsi/DPRD Kabupaten/Kota, ditandatangani oleh semua Anggota KPU Tapteng dan saksi .

Menurutnya, pihaknya lebih memilih rekapitulasi berjalan lambat asal tepat ketimbang cepat, namun ada kesalahan.

Dia pun meyakini setiap proses sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Prosedur ini harus sudah sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No 4 Tahun 2019 tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan Umum.

(Job Purba)