PLN Temukan 42 Kasus Maling Listrik

0
234
IMG-20180201-WA0029
Loading...

BuktiPers.Com – Sukabumi (Jabar)

Aksi pencurian listrik dari kalangan pelanggan PLN makin marak di Sukabumi. Hampir setiap hari, Tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) PLN APJ Sukabumi menemukan pencurian listrik.

Lebih lanjut Gunawan (Manager PLN APJ Sukabumi) menyatakan setiap hari tim P2TL selalu ditemukan kasus pencurian listrik, dan semua kasus tersebar di setiap rayon PLN.

“Selama Januari 2018 ini ada 42 kasus pencurian listrik, semua kasus pencurian itu tersebar di setiap rayon PLN APJ Sukabumi,” ungkap Gunawan kepada BuktiPers.Com, Kamis (1/2/2018).

Kasus-kasus tersebut ditemukan oleh tim P2TL. Tim ini bertugas untuk memastikan listrik yang dipakai oleh pelanggan betul-betul terpakai secara normal dan bergerak setiap hari.

Baca Juga!  Warga Jalan Seriti Kecewa. Pembangunan Di Kelurahan Gambir Baru Dinilai Tebang Pilih

Sementara ini, masalah listrik yang sering padam menurut Gunawan, disebabkan oleh banyaknya ganguan yang terjadi pada saat cuaca yang sangat ekstream akhir-akhir ini. Meski demikian, dirinya mengklaim jika selalu merespon secara cepat dengan mempersingkat durasi padam karena gangguan.

“Karena cuaca sekarang ini sangat ekstream, jadi banyak gangguan aliran listrik sehingga ada jaringan yang padam, jadi yang sering terjadi padam karena gangguan bukan karena adanya pemadaman yang di sengaja oleh PLN,” terangnya.

Phaknya berjanji akan terus meningkatkan pelayanan kepada pelangannya yang sekarang berjumlah 780 ribu pelanggan di Kota dan Kabupaten Sukabumi.

“Kami akan terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan PLN, yang sekarang ini sudah mencapai 780 ribu pelanggan,” paparnya.

Baca Juga!  Terkait Bazar Di GOR Siantar, Diduga Rp 6,5 Juta/Stand Namun Tidak Ada Kontribusi Ke Pemko

Para pelanggannya itu tersebar di enam rayon. “Yaitu Palabuhanratu, Cibadak, Cikembar, Sukaraja, Cicurug dan Rayon Kota,” jelasnya.

Rencananya, tahun ini PLN akan membangun distrik di 130 daerah atau dusun yang perlu dialiri listrik.
“Kami sedang melakukan proses pendataan tentang daerah mana saja yang akan diprioritaskan,” singkatnya. (Iwan Marbun/Red)

Loading...