PNS Harus ‘Canggih’ Supaya Birokrasi RI Bisa Bersaing, Gimana Caranya?

0
1
Ilustrasi/Foto: Getty Images/alvarez
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Aparatur Sipil Negara (ASN) Indonesia diharapkan bisa mengasah daya analisis secara sistematis. Tujuannya agar Indonesia bisa memiliki birokrasi kelas dunia.

Bagaimana caranya?

Menteri PAN RB, Abdullah Azwar Anas mengharapkan bahwa program kajian yang dilakukan ke depannya tidak hanya sekedar menjadi kewajiban, tetapi juga dapat menjadi masukan dan inovasi untuk menemukan inovasi baru. Untuk itu sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas harus disiapkan.

“Indonesia di tahun 2050 akan masuk 4 besar ekonomi dunia, jadi harus dipersiapkan sejak dini. Penguatan bukan hanya dari sektor industri dalam negeri, tetapi SDM-nya pun perlu kita siapkan,” ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (17/9/2022).

Dia juga menyampaikan pentingnya integrasi sistem dan kebijakan secara nasional. Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu kunci untuk mendukung tata kelola yang lebih baik.

“Saya setuju integrasi menjadi salah satu kunci. Antara LAN, BKN, Menpan RB bagaimana mengintegrasikan data dan seterusnya dalam rangka perbaikan manajemen talenta,” ujarnya.

Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Adi Suryanto mengungkapkan hal ini perlu dilakukan agar ASN bisa memberi masukkan untuk persoalan yang ada di pemerintahan.

Adi menjelaskan pemerintah memiliki visi untuk mewujudkan birokrasi kelas dunia pada 2024 mendatang.

Karena itu dibutuhkan persiapan yang matang dalam waktu dua tahun, hal ini disampaikan dalam Seminar Policy Brief Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LIV Tahun 2022 berjudul “Super-Apps Manajemen Talenta ASN Menuju Birokrasi Berkelas Dunia”

“Ini jadi catatan agar bisa diwujudkan dalam 2 tahun mendatang,” kata dia.

Dia menyebutkan tema Mobilitas Talenta dalam Manajemen Talenta Pemerintahan diangkat sebagai salah satu concern bagaimana pemerintah ke depannya dapat mengelola talenta ASN di seluruh Indonesia. Tema ini pun dirumuskan dan dibahas oleh peserta PKN Tk. I Angkatan LIV dan menghasilkan sebuah policy brief.

“Ini bertujuan agar kawan-kawan terbiasa memberikan rekomendasi kebijakan dalam bentuk policy brief, mengasah daya analisisnya secara sistematis dan juga memberikan masukan terkait persoalan persoalan pemerintahan,” ujarnya.

Dalam ringkasan eksekutif atau Executive Summary yang dibacakan oleh Indra Jafar, policy brief ini terdapat 4 hal yang menjadi isu sentral dalam penerapan manajemen talenta ASN di Indonesia, yaitu: rendahnya penerapan sistem merit yang berpengaruh pada kesiapan instansi dalam mengidentifikasi dan menetapkan jabatan kritikal, program ASN Corporate University belum terintegrasi secara nasional, masih diperlukannya kebijakan untuk menjamin retensi talenta serta perlunya penyempurnaan kebijakan penempatan talenta terpadu secara nasional.

Selain itu untuk mengintegrasikan pengelolaan talenta ASN menuju birokrasi berkelas dunia. Policy brief yang disusun oleh para peserta PKN Tingkat I Angkatan LIV ini pun memberikan rekomendasi kebijakan berupa pemanfaatan Super-Apps untuk mengintegrasikan pengelolaan talenta ASN menuju birokrasi berkelas dunia.

 

Sumber : detik.com