Beranda Hukum Polda Aceh Tetapkan 9 Tersangka Pembakaran Mapolsek Bendahara

Polda Aceh Tetapkan 9 Tersangka Pembakaran Mapolsek Bendahara

86
0
Loading...

Buktipers.com- Aceh Tamiang (Aceh)

Kepolisian Daerah Aceh menetapkan 9 orang menjadi tersangka, terkait insiden pengrusakan dan pembakaran Mapolsek Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang.

Demikian hal itu disampaikan Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Rio S Djambak, melalui Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian, Sik, MH, saat konfrensi Perss di Mapolres Aceh Tamiang, Rabu (07/11/2018).

Timsus bentukan Kapolda Aceh yang terdiri dari Dit Reskrimum Polda dan Sat Reskrim Polres Aceh Tamiang pasca insiden pembakaran tanggal 23 Oktober 2018 lalu, langsung terjun ke TKP untuk melakukan pengungkapan dan investigas atas insiden tersebut.

Dari hasil investigasi tim yang bekerja pasca insiden serta bukti-bukti dan saksi yang berhasil dikumpulkan dalam olah TKP, terindakasi ada 9 orang warga diduga melakukan pengrusakan dan pembakaran Mapolsek Bendahara tersebut.

Sebelumnya, menurut Kapolres pihak Kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap 14 orang warga terkait insiden pengrusakan dan pembakaran tersebut, yang ketika dilakukan pemanggilan secara kooperatif, mereka hadir memenuhi pemanggilan tersebut di Mapolres Aceh Tamiang.

Baca Juga!  Terlibat Kasus ‘Kristal Setan’, Tole dan Apin Diciduk Polres Simalungun, Upin DPO  

Dari hasil olah di tempat kejadian perkara dan berdasarkan bukti-bukti dan saksi dari 14 orang warga yang terperiksa, terdapat 9 orang terindikasi, diduga telah melakukan pengrusakan dan pembakaran mapolsek, yang dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa mereka melakukan secara spontan dikarenakan terpicu emosi, terkait tahanan yang meninggal pasca ditahan di mapolsek.

‘Dari 14 warga yang di periksa, 9 orang telah ditingkatkan statusnya menjadii tersangka, diantaranya berinisial JI (38) warga Desa Matang Seping, AN (38) warga Desa Telaga Meuku Sa, SL (46) warga Desa Tanjung Keramat, SL (46) warga Desa Bandar Baru, ZI (32) warga Desa Tanjung Keramat, IN (36) warga Desa Telaga Meuku Sa, MD (26) warga Desa Tanjung Keramat, IN (35) warga Desa Matang Seping, dan RI (30) warga Desa Alur Nunang” ujar Kapolres

Baca Juga!  Coba Kabur Saat Diringkus, Pelaku Begal Di DOR Polisi

Kapolres juga menyebutkan 9 orang yang sudah terpenuhi unsur dugaan tindak pidana pengrusakan dan pembakaran, saat ini telah dinaikkan statusnya menjadi tersangka, sesuai dengan Pasal 170 dan 187 KUHP, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. Sejalan dengan itu kasus tersebut saat ini ikut ditingkatkan, dari penyelidikan menjadi penyidikan.

‘Sementara terkait sejumlah personil oknum Polsek Bendahara yang diduga telah melakukan pelanggaran, saat ini terhadap mereka sedang dalam proses penegakan hukum oleh Dit Reskrimum dan Bid Propam di Polda Aceh, ujar AKBP Zulhir Destrian, SIK. MH

Di akhir konferensinya Kapolres Aceh Tamiang menyampaikan terimakasih dan apresiasinya kepada masyarakat, khusus nya masyarakat Kecamatan Banda Mulia dan Kecamatan Bendahara yang telah
membantu baik dalam penyelidikan dalam rangka penegakan hukum maupun saat pembersihan Ma Polsek Bendahara, ungkapnya

Baca Juga!  Diduga Masalah Setoran, Tukang Parkir Di Siram Air Keras

“Dan terhadap 14 orang yang secara kooperatif hadir memenuhi panggilan dan mengikuti proses hukum secara baik serta taat hukum, saya juga ucapkan terima kasih”, ujar Kapolres.

Sementara Kapolda Aceh, Drs. Rio S Djambak, melalui Kapolres Aceh Tamiang menyampaikan himbauan dan harapannya
kepada komponen Masyarakat, “ bahwa Polri melakukan penegakan hukum berdasarkan azas berkeadilan, dimana semua Warga Negara sama dimata hukum, ketika ada oknum Personil Polri salah, pasti akan dilakukan proses hukum, demikian juga terhadap masyarakat yang melakukan pengrusakan dan pembakaran terhadap Mapolsek yang juga merupakan aset Pemerintah atau Negara, wajib mempertanggungjawabkan dihadapan hukum“,kata Kapolres. (Tarmizi Puteh/ Red)

Loading...