Polda Kepri Ungkap Kasus Penculikan, Penempatan Migran Indonesia Ilegal

0
130
Polda Kepri saat menggelar press release.

Batam, buktipers.com – Ditreskrimsus bersama Brimob Polda Kepri menggelar konferensi pers, pengungkapan tindak pidana penculikan dan penempatan pekerja migran Indonesia ilegal, Kamis (13/2/2020), di Polda Kepri.

Ditreskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.IK, didampingi Wadansat Brimob Polda Kepri, AKBP Dwi Yanto Nugroho S.IK dan Kasubbid Penmas Bidhumas  Polda Kepri menjelaskan, “Tersangka berinisial EB alias Enos, laki-laki 39 tahun yang beralamat di Kavling Saguba, Sungai Binti, Kecamatan Batu Aji Kota Batam, berperan sebagai pengurus dan penampung pekerja migran Indonesia ilegal, berhasil diamankan,”ucapanya, Jum’at (14/2/2020).

Sebelumnya, lanjutnya, pada Rabu, 12 Februari 2020, Tim Sat Brimob Polda Kepri mendapat informasi dari masyarakat, bahwa di daerah Kavling Saguba, Sungai Binti, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, ada kedatangan tamu dari Jakarta yang diduga merupakan korban penculikkan anak yang terjadi di Jakarta Utara dan dibawa ke Kota Batam.

Dan setelah dikonfirmasi ke Polres Jakarta Utara, bahwa benar, ada Laporan Polisi di Jakarta Utara dengan nomor : LP/08/B/II/2020/PMJ/RESJU, paparnya.

Selanjutnya dilakukan pengeledahan di rumah tersebut dan ditemukan 2 orang diduga pelaku penculikan, serta beberapa orang pekerja migran Indonesia yang akan diberangkatkan ke Malaysia.

Kemudian Sat Brimob Polda Kepri berkoordinasi dengan Ditreskrimum Polda Kepri untuk tindak lanjut berikutnya, jelas Wadansat Brimob Polda Kepri.

Diduga korban penculikan tersebut berasal dari Pademangan, Jakarta Utara. Korban seorang anak berinisial V, jenis kelamin perempuan, umur 13 tahun yang dibawa oleh dua orang pelaku, berinisial PM, perempuan, 19 tahun dan inisial MD, perempuan, 20 tahun yang bekerja sebagai asisten rumah tangga, di rumah korban.

Setelah dilakukan pengembangan, bahwa ada tindak pidana lain yang terjadi, yakni penampungan pekerja migran Indonesia illegal di Kavling Saguba, Sungai Binti.

Sebanyak 7 korban lainnya yang akan dikirim ke Malaysia, berhasil diselamatkan di lokasi tersebut, jelas Dirreskrimum Polda Kepri lagi.

“Pelaku melakukan dugaan tindak pidana penempatan PMI secara ilegal dengan cara melakukan pengurusan serta menyediakan rumah penampungan untuk para PMI illegal dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan, yaitu mendapatkan bayaran yang diperoleh dari hasil mengurus proses keberangkatan PMI secara ilegal ke Malaysia untuk dipekerjakan sebagai cleaning service (petugas kebersihan) di kawasan perumahan. Dimana dari kegiatan tersebut, pelaku biasanya mendapat keuntungan dari agen di Malaysia sebesar 7000 rm, dan penempatan PMI secara ilegal oleh tersangka berinisial EB alias Enos, sudah dilakukan selama 2 tahun “tutur Ditreskrimum Polda Kepri.

Barang bukti yang diamankan, 3 paspor, 1 unit handphone, 1 buku tabungan, 4 lembar bukti penarikan uang di ATM, dan 2 kartu ATM. Tersangka penempatan dan pengiriman pekerja migran Indonesia secara illegal dikenakan pasal 81 dan atau pasal 83 Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan ancaman paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 15.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah). Dan untuk pelaku penculikkan, dikenakan pasal Pasal 332 ayat 1 KUHP dengan ancaman penjara maksimal tujuh tahun.

 

(Zul)