Polda Sumut Bongkar Jaringan Narkoba Aceh-Medan-Dumai, Satu Tersangka Ditembak Mati

0
4
Kapolda Sumut saat mengungkap peredaran 16 kg sabu jaringan Aceh-Medan-Dumai di RS Bhayangkara Medan, Kamis (17/12/2020). (Foto: istimewa)
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Personel Ditres Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) menangkap jaringan pengedar sabu Aceh-Medan-Dumai.

Dalam pengungkapan ini, petugas mengamankan 16 kg sabu dan 11 orang tersangka yang satu di antaranya ditembak mati petugas.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan pengungkapan jaringan ini dilakukan Polda Sumut sejak 6 sampai 15 Desember 2020.

“Dari penindakan yang dilakukan petugas itu, dilakukan penangkapan 11 pelaku, di mana seorang pelaku meninggal dunia,” kata Kapolda saat paparan di depan kamar jenazah RS Bhayangkara Medan, Kamis (17/12/2020).

Martuani mengatakan penangkapan jaringan ini dimulai di Jalan Gudang Garam, Desa Pari, Kecamatan Pantai Cermin pada Minggu (6/12/2020) lalu. Ketika itu, petugas menangkap tersangka MR dengan barang bukti 2 kg sabu.

Keesokan harinya, Senin (7/12/2020), petugas menangkap SF dan MS di Jalan Gatot Subroto, Sei Sikambing, Medan. Dari tangan keduanya disita 1,9 kg sabu.

Hari yang sama petugas mengamankan AR dan AJ di depan RSU Sundari, Jalan TB Simatupang, Kampung Lalang beserta barang bukti 1,1 kg sabu.

“Selanjutnya pada Selasa (8/12/2020), petugas menangkap ZI, SM dan SA di Jalan Medan-Binjai Km 13,5. Barang bukti yang diamankan berupa 1.976,7 gram sabu-sabu,” ujar Kapolda.

Dua hari kemudian, Rabu (10/12/2020), petugas kembali melakukan penangkapan dan berhasil menyergap DL di Jalan Sei Serayu, Tanjung Rejo, Medan.

Dari tangannya disita 3 kotak kado berwarna cokelat berisi sabu-sabu dengan berat total 3.000 kg sabu. Sementara dari kediamannya di Perumahan Elite Rajawali, Jalan Rajawali, Medan, ditemukan 1 kg sabu-sabu.

Dari pengembangan yang dilakukan, petugas mendapat informasi mengenai pengiriman sabu-sabu dari Aceh menuju Medan.  Pada Selasa (15/12), Polda Sumut menghentikan mobil Innova yang dicurigai di Jalan Medan-Binjai Km 13,5. Tidak ditemukan barang bukti.
Kepada petugas, pengemudi mobil berinisial HN mengaku sabu tersebut dibawa rekannya berinisial LJ dengan menggunakan mobil lain. Petugas yang mengetahuinya langsung mengejar mobil tersebut.

Saat dikejar petugas, tersangka tidak kunjung menyerah. Dia juga berbuat nekat dengan mencoba menabrak kendaraannya ke arah petugas.

“Personel terpaksa memberikan tindakan tegas dan keras yang menyebabkan tersangka LJ meninggal dunia. Dari tangan pelaku kita amankan 6 kg sabu-sabu,” ucapnya.  Martuani mengungkapkan bahwa, para tersangka yang ditangkap diduga merupakan bagian dari jaringan baru peredaran narkotika Aceh-Medan-Dumai. Untuk mengelabui petugas, beberapa pelaku menyimpan sabu di dalam sepatu.

“Sekarang para pelaku menggunakan teknik menyimpan sabu di dalam sepatu. Sabu-sabu disimpan di sepatu yang dipakai. Ada yang seolah-seolah sepatu baru, sabu-sabu ditaruh di dalam dan dimasukkan dalam tas. Kemungkinan modus ini ada beberapa kali lolos, tapi kali ini bisa kami bongkar,” ujarnya.

 

Sumber : iNews.id