Polda Sumut Gagalkan Jual-Beli Sisik Trenggiling

0
2
Polisi menggagalkan jual-beli sisik trenggiling di Deli Serdang (Foto: dok. Istimewa)
Dijual Rumah

Deli Serdang, buktipers.com – Polda Sumut menggagalkan kegiatan jual-beli hewan dilindungi di Deli Serdang. Dari penindakan itu, petugas mengamankan dua orang terduga pelakunya.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan kegiatan penyelidikan dilakukan oleh Unit ll Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus pada Sabtu (12/2) di Kompleks Taman Pesona Blok C12, Jalan Sidodadi, Deli Tua, Kecamatan Namorambe, Deli Serdang.

Penyelidikan tersebut berkat pengaduan masyarakat terkait kegiatan usaha jual-beli hewan yang dilindungi.

“Di lokasi tim bertemu dengan pelaku usaha (penjual) berinisial L dan pembeli berinisial AS. Bahwa pelaku usaha L memiliki usaha jual-beli sisik trenggiling sejak awal Februari 2022 dan jual-beli sarang burung walet sejak Juni 2020,” sebut Hadi kepada wartawan, Rabu (23/2/2022).

Selanjutnya, pelaku L juga menerangkan sarang burung walet dan sisik trenggiling itu didapatkan dari H, warga Kecamatan Kelut Timur, Aceh Selatan. H mengirimkan barang itu kepada L melalui travel dari Aceh menuju ke Medan. Lalu, sesampai di Medan, L mengambil barang tersebut.

“Bahwa pelaku usaha L mendapatkan sarang burung walet dan sisik trenggiling dari H yang beralamat di Kecamatan Kelut Timur, Kabupaten Aceh Selatan,” ujar Hadi.

Hadi menuturkan, dari hasil jual-beli sisik trenggiling, L mendapatkan keuntungan hingga ratusan ribu per kilogram.

“Keuntungan yang didapatkan oleh L per 1 kg atas jual-beli sisik trenggiling sebesar Rp 150 ribu. Keuntungan yang didapatkan oleh L per 1 kg atas jual-beli sarang burung walet sekitar Rp 300-500 ribu,” ujar Hadi.

Hadi menyebutkan L dan AS telah ditahan oleh petugas, sementara H diburu petugas.

“Ditahan,” sebut Hadi.

Hadi menjelaskan barang bukti yang ditemukan antara lain 1,9 kg sisik trenggiling, 1 buah paruh burung enggang seberat 120 gram, 1 ons sarang burung walet, dan satu unit timbangan sarang burung walet. Sementara itu, dokumen perizinan belum dapat diperlihatkan (oleh pelaku).

 

Sumber : detik.com