Polda Sumut Tangkap Komplotan Perampok Spesialis Nasabah Bank, 1 Tewas Ditembak

0
29
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin saat menggelar konferensi pers terkait penangkapan komplotan perampokan spesialis nasabah bank di RS Bhayangkara Medan, Jumat (28/8/2020). (Foto: iNews/Ahmad Ridwan Nasution)

Medan, buktipers.com – Polda Sumatera Utara (Sumut) melalui Direktorat Kriminal Umum menangkap komplotan pelaku pencurian spesialis uang nasabah Bank di sejumlah lokasi di Sumut. Dari lima orang tersangka yang ditangkap, satu di antaranya tewas ditembak petugas karena melawan saat diamankan.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan penangkapan kelima pelaku berawal saat petugas menelusuri kasus pencurian uang nasabah Bank Sumut di Kabupaten Karo beberapa waktu lalu. Dari penyelidikan kamera CCTV, petugas berhasil mengantongi identitas tersangka.

“Dari hasil pengembangan, pelaku diketahui bersembunyi di salah satu hotel di Kandis, Provinsi Riau. Kelimanya kemudian ditangkap di hotel tersebut,” kata Martuani di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan, Jumat (28/8/2020).

Setiba di lokasi persembunyian para tersangka, petugas menangkap lima orang yakni Awaluddin alias Udin, Dodi Cotriko alias Dodi, Heriansyah alias Yansa, Suwarto alias Warto dan Tejar alias Tarjo.

“Saat diamankan, tersangka Tejar alias Tarjo berusaha kabur dengan menyerang petugas hingga diberikan tindakan tegas dan terukur hingga menyebabkan tersangka meninggal dunia,” ucapnya.

Kepada petugas, tersangka Suwarto alias Warto mengaku tidak ikut beraksi di Sumut. Namun dia mengaku beraksi bersama temannya di Sumatera Barat.

“Ini akan kita serahkan satu tersangka ini ke Dirreskrimum Polda Sumbar karena setelah kita periksa dia melakukan kejahatannya tidak di Sumatera Utara,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, selain di Karo, kompolotan ini juga beraksi merampok nasabah di Kabupaten Simalungun, Labuhanbatu, dan Pematangsiantar. Dalam aksinya para pelaku mengancam calon korban dengan senjata api rakitan. Dari tiga lokasi tersebut, mereka membawa kabur uang sebesar Rp250 juta.

Oleh para pelaku, uang tersebut kemudian dibagi rata untuk selanjutnya diserahkan kepada keluarga masing-masing.

“Kelima tersangka ini merupakan semuanya warga bukan Sumatera Utara,dan merupakan warga Palembang. Aksi mereka ini tergolong rapi,” ucapnya.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

 

Sumber : iNews.id