Polda Sumut Tepis Isu ‘Polisi Peras Terapis Pijat Plus-plus’

0
4
Polda Sumatera Utara (Arfa/detikcom)
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Anggota kepolisian di Sumatera Utara (Sumut) dituduh melakukan pemerasan terhadap terapis tempat pijat plus-plus di Pematangsiantar. Polisi mengungkap fakta sebenarnya.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, awalnya membenarkan pihaknya memang melakukan penggerebekan. Dia mengatakan penggerebekan dilakukan karena ada laporan dugaan prostitusi di lokasi itu.

“Betul, krimum melakukan penindakan praktik prostitusi berkedok panti pijat,” kata Hadi saat dimintai konfirmasi, Jumat (5/11/2021).

Meski membenarkan ada penggerebekan, Hadi membantah kabar pemerasan yang dilakukan polisi terhadap terapis. Dia mengatakan Polda Sumut telah menanyai para terapis soal kabar pemerasan itu.

“Terkait oknum yang memeras itu tidak ada, karena sudah dijelaskan oleh para terapis yang diperiksa,” tutur Hadi.

Hadi mengatakan pemerasan itu diduga dilakukan pelanggan panti pijat itu. Hadi mengatakan pelanggan panti pijat yang melakukan pemerasan itu sedang diburu.

“Yang memeras itu adalah pelanggan salah satu terapis mengaku-ngaku polisi berinisial LFS dan saat ini sedang dikejar,” jelasnya.

Hal itu juga disampaikan seorang terapis berinisial S. Dia menyebut pihak yang melakukan pemerasan adalah seseorang yang mengaku sebagai polisi.

“Uang yang ditransfer itu bukan kepada Polda. Tetapi kepada orang yang mengaku polisi. Jadi, tidak ada pemerasan dilakukan oleh anggota Poldasu,” kata S.

S mengatakan LFS menghubungi bos mereka untuk meminta uang Rp 35 juta. Modusnya, katanya, uang itu ditujukan agar para terapis yang diamankan Polda Sumut segera dipulangkan.

“Dia menghubungi toke (bos) kami agar mengurus kami semua, ternyata tidak ada bebas. Toke saya yang mengirim ke rekening. Pengiriman pertama Rp 30 juta dan yang kedua Rp 5 juta. Orang itu mengaku polisi,” ucap S.

 

Sumber : detik.com