Beranda Sumut Polemik Pembayaran Tanah Milik Kopdit Tao Toba Parapat dengan Cek Rp1.5M Berbelit

Polemik Pembayaran Tanah Milik Kopdit Tao Toba Parapat dengan Cek Rp1.5M Berbelit

136
0
Parulian Silalahi, Ketua Koperasi Tao Toba Parapat dan OS. Cek kosong yang tidak bernilai jadi polemik yang diterima Parulian Silalahi dari OS untuk pembayaran tanah milik koperasi. (Foto/Stg)

BuKtipers.com – Simalungun (Sumut)

Sejak dijual tanah yang menjadi asset milik Kopdit Tao Toba Parapat sekitar 4 tahun silam oleh pihak Pengurus Kopersi Tao Toba Parapat, melalui Ketua Koperasi, Drs Parulian Silalahi seharga Rp.1.5M kepada pihak pengembang (pembangunan perumahan), yang berada di Desa Aek Natolu Jaya, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Tobasa, ternyata sampai kini pembayaran tanah yang sempat menjadi milik asset Koperasi Kredit (CU) Tao Toba Parapat itu, berbelit-belit.

Sejumlah anggota Koperasi Tao Toba Parapat, saat ini mulai berang dengan cerita dan wujud pembayaran tanah yang telah dikuasi oleh pihak pengembang itu. Padahal alwalnya, tanah ini dibeli untuk diperuntukkan sebagai lahan kaplingan dan akan dijual kepada anggota Koperasi Tao Toba Parapat dan kemudian sertifikat atau Surat Keterangan Tanahanya (SKT) dapat dijadikan sebagai agunan kepada koperasi, katanya.

Padahal, saat Rapat Aggota Tahunan (RAT), pada tahun buku 2015 tidak ada hasil keputusan RAT untuk menjual asset koperasi itu ke pihak lain. Namun pada RAT tahun buku 2016, melaui Pengurus CU ini, mengumumkan kepada anggota melalui RB Ketua Badan Pemeriksa, mereka telah menjual tanah CU itu seharga Rp1,5 Miliar, kepada salah salah satu pihak pengembang berinisial OS. Namun hingga kini pembayaran itu tidak jelas, ucap salah satu anggota.

Baca Juga!  Anggota DPRD Sumut Minta Amdal PT Aquafram Ditinjau Ulang

Dalam rentang waktu pembayaran hingga ditunggu-tunggu saat itu sampai bulan ke enam, penjualan tanah tersebut yang diketuai oleh Parulian saat itu justru dikibuli dengan cara pembayar melaui dua buah cek. Namun ketika cek tersebut mau dicairkan ke salah satu bank ternama di Indonesia ini, ternyata cek tersebut tak berisi, alias kosong. Masing-masing cek itu dengan nilai Rp1.000.000.000 pada CX 206360 dan satu lagi senilai Rp500.000.000 CX 206361 dengan catatan di cek kosong itu tanggal 25 Juli 2017 dan cek itu dibuat dan dikeluarkan Oloan Simbolon, pada tanggal  19 Maret 2018.

Dalam cek berlogo salah satu Bank Negara Indonesia Cabang USU Medan, dan cek diserahkan kepada Parulian Silalahi. Namun setelah cek itu hendak dicairkan ke bank terdekat, di kota Parapat, ternyata cek milik OS  tidak bisa dicairkan alias ‘cek kosong’, katanya.

Menurut informasi dari para mantan pengurus Koperasi Tao Toba Parapat yang juga sudah mulai mengumpulkan bukti-bukti itu, ternyata oleh pihak salah satu bank, justru sudah memberikan pinjaman kepada OS, namun pencairannya dengan cara bertahap kepada OS. OS pun ternyata tidak melunaskannya pembelian tanah ke Koperasi Tao Toba Parapat.

Baca Juga!  Sejumlah Warga Medan Diduga Terjangkit Flu Singapura

Akhirnya, sampai saat ini, pihak OS tidak mampu membayar pembelian tanah milik koperasi. Lantas oleh pengurus yang baru terpilih periode 2017 lalu itu, justru membeli sejumlah perumahan dengan berbagai Type 36, Type 45, Type 72 dan termasuk sebuah rumah toko yang belum nampak wujudnya, di Perumahan Aek Natolu, katanya.

Untuk itu diharapkan agar pengurus produk RAT 2017 yang ditengarai juga melanggar AD/ART, karena meloloskan pengurus tidak sesuai ketentuan, harus mempertanggung jawabkan kembali perihal penjualan tanah milik koperasi di Aek Natolu. Dan mengapa membeli rumah itu untuk bayar utang sipembeli, sementara uang sangat dibutuhkan oleh para anggota yang saat ini hampir berjumlah 4000an, ujarnya.

Dan dalam RAT tahun mendatang, pengurus harus menjelaskan sejujurnya kepada anggota, sebab keputusan anggota memiliki nilai tertinggi dalam RAT. Dan kami tidak mau lagi dibohong-bohongi, apalagi dengan tanah asset milik Koperasi Tao Toba Parapat itu, bila perlu dikembalikan kepada Koperasi Tao Toba. Sebab koperasi ini tidak perlu beli perumahan, karena tidak menguntungkan bagi anggota, ujar salah seorang anggota Koperasi.

Baca Juga!  Panitia MTQ 2019 Kecamatan Pinangsori Dibentuk, Ini Harapan Camat

Namun ketika dikonfirmasi buktipers.com, OS, melalui telepon selulernya, dia menjelaskan, bahwa itu sudah selesai dan tidak ada lagi masalah.

Dan ditanya terkait pembayaran tanah tersebut, apakah  pernah membayar dengan menggunakan dua buah cek? OS menjawab tidak.

Di tempat terpisah, salah seorang mantan pengurus, mempertanyakan  pelunasannya itu kapan? Karena pembelian tanah itu pada tahun 2015 dan seharusnya lunas, di tahun 2017 sesuai perjanjian.

Namun tanah tersebut, lunas karena Kopdit Tao Toba CU, membeli ruoko dan 3 perumahan, karena tidak bisa lagi bayar utang dengan diakali seperti itu.

Sementara CU Kopdit Tao Toba, sampai saat ini tidak butuh ruko dan tidak butuh perumahan itu. CU Kopdit Tao Toba saat ini butuh uang cash untuk dipinjamkan kepada anggota, supaya ada SHU  bukan beli ruko dan tidak pernah disepakati dalam RAT, ungkapnya.

 

(Stg)

Loading...