Polindes Kote “Sakti” Terapkan Zona Siaga Pencegahan Dini Penyebaran Covid – 19

0
109
Polindes Kote.
Dijual Rumah

Lingga, buktipers.com – Di tengah wabah pandemi Covid – 19 yang telah menyebar ke seluruh Nusantara, membuat kondisi di setiap wilayah Kota/Kabupaten, menerapkan kebijakan pembatasan terhadap kegiatan sosial dan keramaian. Hal ini juga dilakukan Polindes Kote “Sakti” Desa Kote, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga.

Meskipun Kabupaten Lingga sampai saat ini masih aman dari wabah Covid-19, namun tetap harus kita waspadai, karena perkembangan situasi segalanya dapat berubah sewaktu-waktu.

Dalam hal ini, Polindes Kote Sakti menerapkan pencegahan dini untuk memberlakukan zona siaga, di Area Polindes dan Posyandu.

Hal ini dilakukan sebagai langkah awal kita untuk pencegahan penyebaran Covid-19 dan membiasakan jika suatu saat situasinya tiba-tiba berubah menjadi yang tidak diinginkan, jelas Bidan Desa Kote, Murniati, Amd, Keb, Minggu (3/5/2020).

Zona siaga dimulai dari pembatasan, akses masuk ke area Polindes dan area Posyandu, dengan tali pembatas dan akses masuk melalui 1 jalur melalui Gerbang Polindes.

Jika pengunjung memasuki area Polindes Kote Sakti wajib mengikuti beberapa tahapan-tahapan, yaitu sebagai berikut :

1.Di gerbang utama, pengunjung akan melihat plang mohon ikuti petunjuk dan aturan untuk masuk ke Polindes.

2.Pengunjung wajib mencuci tangan selama 30 detik dengan mengikuti 6 langkah prosedur mencuci tangan dan sambil berdo’a agar terhindar dari wabah Covid-19.

3.Tekan bel yang telah disediakan di atas kotak saran, kemudian pengunjung kembali ke kursi tunggu di sebelah kursi pengecekan suhu tubuh.

4.Pengunjung wajib mengecek suhu tubuh di kursi yang telah disediakan.

5.Pengunjung wajib disemprot cairan disenfektan (bahan yang digunakan tidak berbahaya dan aman).

Setelah mengikuti semua prosedur dan dinyatakan aman pengunjung dipersilahkan untuk berobat, jelasnya lagi.

Penerapan zona siaga dibuat, untuk pencegahan dini penyebaran Covid – 19 dikarenakan adanya sebagian masyarakat dan mahasiswa yang baru kembali dari red zone seperti Batam – Tanjungpinang – Pekanbaru dan Wilayah Jawa.

Kami sudah melakukan himbauan dan sosialisi kepada yang bersangkutan untuk karantina mandiri, selama 14 hari, sesuai anjuran Pemerintah. Namun umumnya banyak yang tidak mengindahkan karantina mandiri dan beraktifitas bebas keluar rumah bersama kerabatnya selayaknya tidak memperdulikan pandemi Covid-19, ujarnya.

Harapan dalam penerapan zona siaga ini, bisa bermanfaat dalam pencegahan dini penyebaran Covid -19, di Desa Kote, pungkas Murniati.

(Dl/Zul)