Polisi Bongkar Kasus Perdagangan Perempuan Jadi PSK, 3 Orang Ditangkap

0
22
Polres Minsel saat ekspose kasus trafficking perdagangan perempuan di bawah umur jadi PSK. (Foto: Istimewa)
Dijual Rumah

Amurang, buktipers.com – Kasus trafficking atau perdagangan orang di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara dibongkar polisi. Dalam pengungkapan kasus, tiga orang tersangka ditangkap.

Awalnya, tersangka pertama yang diamankan yakni berinisial VB alias Vicky (24). Kemudian hasil pengembangan ditangkap dua tersangka lainnya yakni RT alias Riki (23) dan RS alias Rizal (26). Ketiganya merupakan warga Desa Ranoketang Tua, Kecamatan Amurang.

“Kasus trafficking ini dengan menggunakan aplikasi online di media sosial. Mereka menawarkan, menyediakan perempuan di bawah umur untuk kegiatan prostitusi. TKP-nya di salah satu penginapan di Amurang,” ujar Kasubbag Humas Polres Minsel Iptu Robby Tangkere bersama Kasat Reskrim AKP Rio Gumara serta Kapolsek Amurang Iptu Wensy Saerang saat jumpa pers, Rabu (7/10/2020).

Kapolsek Amurang Iptu Wensy Saerang menambahkan, hasil pemeriksaan diketahui para tersangka yang diamankan ini memiliki peran masing-masing dalam kegiatan prostitusi online.

Tersangka RT ini berperan sebagai penjual perempuan yang dijadikan PSK kepada para pelanggan. Para korban dijajakan melalui sebuah aplikasi online. Sementara tersangka RS berperan sebagai driver pengangkut para perempuan yang dijadikan PSK. Dia juga punya peran merekrut perempuan muda jadi PSK.

“Untuk tersangka VB yang mengeksekusi proses transaksi di lokasi. Ketiga tersangka ini saling berkoordinasi dalam satu sindikat prostitusi online,” kata Kapolsek Amurang.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Rio Gumara mengungkapkan, jajarannya masih terus melakukan upaya penyelidikan lanjutan terkait kemungkinan adanya tersangka lainnya.

“Kami masih terus melakukan upaya penyelidikan untuk mendalami kasus trafficking ini, terkait dengan adanya kemungkinan bertambahnya jumlah tersangka,” ujar AKP Rio Gumara.

Ketiga tersangka ini dijerat dengan Pasal 1, 2 dan 10 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda Rp600 juta.

 

Sumber : iNews.id