Beranda Samosir Polisi Diminta Ungkap Kasus Perambahan Hutan Kawasan Danau Toba

Polisi Diminta Ungkap Kasus Perambahan Hutan Kawasan Danau Toba

98
0
Barang bukti pembalakan liar di Tele, Samosir. TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Loading...

Buktipers.com – Samosir (Sumut)

Beberapa waktu lalu mencuat kasus dugaan penebangan liar yang terjadi di Kawasan Danau Toba, tepatnya di Desa Hariara Pintu Tele, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.

Karenanya, sejumlah pecinta lingkungan seperti Mangaliat Simarmata mempertanyakan sejauh mana penanganan kasus tersebut.

“Besar harapan kami, agar bapak Kalolres Samosir segera menindak segera menindak secara hukum para pelaku perambah hutan, illegal logging di Hutan Tele, Samosir,”ujar Mangaliat pegiat lingkungan dari Komunitas Jendela Toba itu di Samosir, Sabtu (9/3/2019).

Menurut Putra asli Samosir ini, barang-barang  bukti sudah sangat cukup untuk itu. Antara lain, hutan yg dirambah jelas, truk, beko yang sudah sangat jelas diketahui dan alat perlekengkapan lainnya.

Jendela Toba mengutuk keras perbuatan perambahan hutan tersebut. Pasalnya banyak pihak yang telah dirugikan. Apalagi hutan penyangga di Kawasan Danau Toba (KDT ) saat ini sudah sangat kritis.

Baca Juga!  Buat Posko #2019 Ganti DPRD Samosir: Ini Pengakuan Ricky Nainggolan

Baru-baru ini terjadi banjir dan longsor di 7 Kabupaten di KDT yg menimbulkan banyak korban jiwa serta hancurnya perumahan penduduk. Bahkan, sawah-sawah para petani hancur.

“Sisi lain, aktivitas wisata di Danau Toba anjlok, Natal dan tahun baruan di kampung menjadi menakutkan. Natalan, liburan pariwisata ke KDT terganggu. Kenapa tega lagi merambah hutan penyangga KDT yg tinggal sedikit itu,”ujar Mangliat.

Kasus penebangan itu diketahui pada Kamis (10/1/2019) lalu. Pelaku sudah sempat diamankan tim dari unsur pimpinan Kecamatan Hariara, berhasil kabur.

Camat Harian, Roberthon Manik mengatakan, penebangan liar ini diketahui dari laporan warga tentang aktivitas illegal logging di areal penggunaan lain (APL) hutan Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian.

Baca Juga!  Suasana Pilu di Rumah Duka, Menanti Jenazah Gaban Nainggolan Sekeluarga di Samosir

Berdasarkan laporan itu, pejabat unsur pimpian kecamatan termasuk kepolisian dan TNI turun ke lokasi pada Kamis siang. Di luar kawasan hutan, tim menemukan ada empat unit truk tak bermuatan yang diperkirakan milik para pelaku penebangan liar.

Setelah tim masuk ke lokasi APL, ditemukan ada dua orang pelaku sedang melakukan aktivitas penebangan pohon menggunakan mesin pemotong kayu. Tim sempat mengamankan kedua pelaku.

Tim mendengar ada suara mesin pemotong kayu tak jauh dari sana, lalu membawa kedua pelaku untuk menunjukkan lokasi yang diperkirakan teman dari kedua pelaku.

Saat dibawa untuk menunjukkan lokasi temannya menebang, kedua pelaku berhasil kabur dari kawalan tim. Tak hanya kedua pelaku, empat temannya yang juga pelaku penebangan lainnya juga berhasil kabur.

Baca Juga!  Pencemaran Parah Danau Toba Diminta jadi Materi Debat Capres

“Mereka kabur dan tak sempat kita interogasi lebih jauh. Sempat memang kita amankan satu unit mesin sinso. Satu pelaku tadi sempat saya tahu marga Sinaga, warga Samosir,” kata Roberthon beberapa waktu lalu

Meski begitu, lanjut Roberthon, pihaknya bersama aparat polisi dan TNI segera membentuk tim untuk mengusut aksi penebangan liar tersebut.

Kepala Polres Samosir AKBP Agus Darojat dikonfirmasi kembali, mengatakan bahwa di kawasan APL tidak termasuk illegal logging. Sehingga disebutnya tidak masuk ranah pidana.

“Kalau di kawasan APL tidak termasuk illegal loging, jadi tidak masuk pidana”,ujarnya.

Menurut Agus, kasus tersebut sudah lama mereka selidiki.  Sehingga pidananya mereka berhentikan.

Sumber : tribunnews.com

Loading...