Polisi Harus Transparan soal Keberadaan Wanita di Kasus Andi Arief

0
240
Neta S Pane. (Net)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Jakarta

Divisi Humas Polri sudah memberi penegasan soal isu perempuan di kamar Andi Arief. Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal memastikan tak ada perempuan di kamar di Hotel Peninsula, tempat Andi ditangkap itu.

Tapi, soal keberadaan perempuan itu sudah menyebar luas di media sosial. Dari foto-foto hingga jejak keberadaannya di kamar Andi Arief. Tak heran Indonesia Police Watch (IPW) meminta agar Polri transparan dalam kasus ini.

“Keberadaan wanita bersama Andi Arief itu menjadi penting dan perlu diungkap polisi secara transparan. Sehingga bisa diketahui apa sesungguhnya peran wanita itu. Sebab bukan mustahil Andi Arief sebagai politisi yang selama ini kritis dan berseberangan dengan penguasa itu dijebak pihak tertentu agar tidak bersuara lagi menjelang Pilpres 2019,” beber Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangannya, Selasa (5/3).

IPW menduga, bisa saja perempuan itu pemasok narkoba yang menjebak Andi Arief.

“Karena jelas, IPW mendapat informasi, saat ditangkap Andi Arief bersama wanita muda cantik berkulit putih, yang menggunakan tanktop merah muda, bercelana jeans dan sepatu warna perak serta berjam tangan kulit coklat. Selain wanita itu, polisi juga menemukan tas perempuan warna hitam di sudut kamar hotel, yang diduga milik wanita yang bersama Andi Arief,” jelas dia.

Neta menyayangkan pihak Polri yang malah membantah dan menepis keberadaan perempuan itu, yang malah menimbulkan prasangka di masyarakat.

“IPW berharap, dalam menangani kasus narkoba Polri harus bersikap transparan dan tidak melindungi pihak pihak tertentu. Jika polisi tidak bersikap transparan, apalagi bersikap diskriminatif, kondisi Indonesia yang sudah darurat narkoba saat ini akan semakin parah,” tutur dia.

“Terlepas dari semua itu, partai partai politik di negeri ini sudah patut waspada menghadapi serangan para bandar narkoba yang berusaha merusak kader dan citra partainya. Di sisi lain, jajaran kepolisian jangan pernah takut untuk memberantas narkoba, meskipun melibatkan elite-elite partai maupun elit politik,” tutup dia.

Sumber : kumparan.com