Beranda Hukum Polisi Selidiki Kegagalan Proyek Mesin Pompa Air di Bengkalis Riau

Polisi Selidiki Kegagalan Proyek Mesin Pompa Air di Bengkalis Riau

31
0
Foto: Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi (Ari Saputra/detikcom)

Jakarta, buktipers.com – Polda Riau dan jajarannya menjadikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai fokus perhatian. Belakangan pihak polda menemukan ada proyek pengadaan pompa air di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkalis yang gagal dikerjakan.

“Gagalnya pengadaan 86 mesin pompa pemadaman air pada tahun 2019 di Kabupaten Bengkalis,” kata Kapolda Riau, Irjen Agung Setya Imam Effendi, Rabu (15/1/2020).

Agung menuturkan gagalnya proyek pengadaan dikhawatirkan berdampak terhadap penanggulangan karhutla tahun ini. “Sehingga tahun 2020, BPBD tidak terdukung peralatan yang memadai (untuk penanganan karhutla),” sambung Agung Setya.

Oleh sebab itu, Agung menyampaikan pihaknya sedang menyelidiki penyebab gagalnya proyek tersebut. “Kami sedang selidiki,” tegas Agung.

Baca Juga!  Penemuan Mayat Terbakar di Peladangan Karet, Ini Kata Kapolsek Gunung Agung

Agung Setya mengatakan karhutla muncul di Kabupaten Bengkalis kemarin, Selasa (14/1). Lahan gambut seluas 0,2 hektare yang ditumbuhi semak belukar dan pohon mahang terbakar.

“Tim gabungan dari Polri, petugas BPBD dan masyarakat melaksanakan pemadaman. Saat ini memasuki tahap pendinginan hari kedua,” ucap Agung Setya.

Sebelumnya diberitakan BMKG mendeteksi 14 titik panas (hot spot) indikasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Riau, Jumat. Titik panas itu tersebar di lima kabupaten di Provinsi Riau.

Analis BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Sanya Gautami, mengatakan titik-titik panas dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen tersebar di lima kabupaten di wilayah Riau. Titik-titik panas yang tampak pada citra satelit pada Jumat pukul 06.00 WIB seluruhnya berada di Pulau Tebing Tinggi, pulau gambut di pesisir Riau yang berbatasan dengan Malaysia.

Baca Juga!  Kabut Asap Selimuti Kota Palangka Raya, Disdik Belum Ambil Kebijakan

“Titik panas terbanyak terdeteksi di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan tujuh titik,” kata Sanya yang dikutip dari Antara, Jumat (10/1).

 

Sumber : detik.com

 

Loading...