Polisi Tangkap Satu Orang Pemilik Sabu dari Perdagangan

0
2
Foto pelaku dan barang bukti sabu yang diamankan Polisi.
Dijual Rumah

Simalungun, buktipers.com – Personil Satres Narkoba Polres Simalungun kembali berhasil mengamankan pria dewasa yang tertangkap tangan sedang memiliki sabu, pada Selasa (12/4/2022) sore lalu, pukul 15.00 WIB dari Huta I, Kampung Pompa, Nagori Perlanaan, Kecamatan Perdagangan, Kabupaten Simalungun.

Kapolres Simalungun, AKBO Nicolas Dedy Arifianto, S.H., S.I.K, M.H, melalui Kasat Narkoba Polres Simalungun, AKP Adi Haryono, SH, yang disampaikan Kanit I, Ipda Dian Putra, S. Sos, membenarkan informasi penangkapan tersebut.

“Benar telah diamankan seorang laki-laki yang memiliki narkoba dari daerah Perlanaan,”katanya saat dikonfirmasi, Rabu (13/4/2022).

“Bermula dari adanya laporan masyarakat yang menyampaikan, bahwa di Huta I, Kampung Pompa, Nagori Perlanaan, Kecamatan Perdagangan, Kabupaten Simalungun, sering terjadi transaksi dan penyalahgunaan narkoba, sehingga Kasat Narkoba Polres Simalungun, AKP Adi Haryono, meminta Unit-I Sat Narkoba untuk melakulan penyelidikan,”ucap Putra.

Menindak lanjuti informasi tersebut, tim berangkat ke lokasi dan sekitar pukul 15.00 WIB, tim melakukan penggerebekan terhadap sebuah rumah yang dicurigai, ujarnya.

“Ternyata benar dari hasil pemeriksaan didalam rumah tersebut, tim berhasil mengamankan seorang pria yang berinisial SP (45), warga Huta I, Kampung Pompa, Nagori Perlanaan, dan dari SP ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) bungkus plastik klip transparan yang berisi diduga narkotika jenis sabu dengan berat brutto 1,07 gram, 1 (satu) unit handphone merk Samsung warna hitam,”ungkap Kanit I.

Selanjutnya dilakukan interogasi awal terhadap SP dan mengaku kalau sabu tersebut adalah miliknya yang sebelumnya diperoleh dari seorang laki-laki yang bertemu di pinggir jalan, di Simpang Gambus, Kabupaten Batubara.

Selanjutnya Tim Opsnal Unit-I Sat Res Narkoba mengamankan tersangka dan barang bukti untuk dilakukan pengembangan dan proses sidik selanjutnya.

“Pria tersebut dikenakan pasal 112 (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman tujuh tahun penjara,”tandas Putra.

 

(rel)