Polisi Ungkap Kasus Tewasnya Utin Hairunnisa, Korban Dimasukkan Kedalam Karung di Lanjak Deras

0
1341
Polres Kapuas Hulu saat menggelar press release kasus tewasnya Utin Hairunnisa.
Dijual Rumah

Kapuas Hulu, buktipers.com – Polres Kapuas Hulu akhirnya mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi pada Kamis (6/2/2020) lalu, di Dusun Lanjak Desa Lanjak, Kecamamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu.

Mayat korban ditemukan pada hari Jumat (7/2/2020), lalu, pukul 10.00 WIB di tepi Sungai Sebuntal, Dusun Lanjak.

Pengungkapan pembunuhan ini, berhasil diungkap setelah Polsek Batang Lupar, berkordinasi dengan Sat Reskrim Polres Kapuas Hulu serta Polres Sintang.

“Tersangka kita amankan di Kabupaten Sintang, yang berencana pergi ke kabupaten Sanggau, “ujar Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Wedy Mahadi saat menggelar press release, Selasa (18/2/2020) pagi.

Dalam pengungkapan tersebut, Sat Reskrim Polres Kapuas Hulu berkordinasi dengan Sat Reskrim Polres Sintang terkait keberadaan tersangka yang informasinya berada di wilayah hukum Polres Sintang.

Berdasarkan petunjuk awal di lapangan dan dengan hitungan jam, akhirnya polisi dapat mengungkap tersangka.

Dijelaskan Kapolres, berdasarkan kronologis, pada Kamis (7/2/2020), sekira pukul 07.00 WIB, korban Utin Hairunnisa alias Ibu Siti (62), pensiunan guru yang berdomisili di jalan Lintas Utara Desa Lanjak Deras, datang ke rumah tersangka Neneng Teri alias Neng, di Dusun Lanjak Deras, Kecamatan Batang Lupar.

Kedatangan korban bermaksud menagih hutang pembelian perhiasan emas.

“Setelah beberapa saat terjadi pertengkaran mulut dikarenakan korban memaksa untuk melunasi sisa hutang tersebut pada hari itu juga. Dan karena kesal dengan tersangka, korban sempat melakukan pemukulan terhadap pelaku dengan menggunakan gelas kaca mengenai kening tersangka, “jelas Kapolres.

Sambung Kapolres, kemudian korban mendorong tersangka hingga jatuh terlentang.

Setelah itu, korban menindih tersangka dan kemudian menekan lehernya dengan menggunakan potongan selang.

“Karena kesakitan, kemudian tersangka memukul korban dengan tangan kosong mengenai bagian wajahnya, “ujar Kapolres.

Akan tetapi, korban masih melakukan perlawanan. “Kemudian tersangka meraih benda yang berada di bawah meja kompor dan mendapatkan potongan kayu yang sehari – hari digunakan untuk memecah es,”kata Kapolres.

Dikatakan Kapolres, setelah memegang benda tersebut, kemudian tersangka memukul benda tersebut satu kali ke bagian kepala belakang hingga lemas dan tersungkur dengan posisi di atas tersangka.

“Setelah itu, tersangka mendorong korban kearah kiri. Kemudian tersangka bangun dan kembali memukul korban sebanyak dua kali kearah yang sama, ” jelas Kapolres lagi.

Setelah itu, tersangka memeriksa, bahwa korban tidak bernafas lagi. Kemudian tersangka mencari alat untuk membungkus korban yaitu kain berwarna hitam.

“Mayat korban dimasukkan kedalam karung plastic, kemudian mayat korban dibawa menyeberang dengan mengunakan perahu milik tersangka ke tepi sungai Sebuntal yang berada di seberang rumah tersangka, ” jelas Wedy.

Mayat korban ditemukan warga, pada Jumat (8/2/2020).

Ditambahkan Kapolres, untuk pasal yang disangkakan  “menghilangkan jiwa seseorang karena makar mati Pasal 338 ancaman pidana 15 tahun penjara, penganiayaan menyebabkan seseorang mati sebagimana dimaksud dalam subsider pasal 351 Ayat (3) KUHP ancaman 15 tahun penjara”.

Untuk barang bukti, 1 pasang pakaian yang terdiri dari 1 helai baju warna coklat bermotif batik bunga, 1 helai celana panjang warna coklat yang mana di sebelah kanan bermotif batik bunga, 1 helai kerudung berwarna hijau, 1 buah sandal kiri berwarna coklat merk Glisten, satu buah balok kayu berwarna hitam diameter 30 cm, 1 buah karung plastik berwarna putih bertuliskan pembesar ayam 103 berukuran 50 kg, 1 helai kain berwarna hitam diameter panjang 7,4 meter dan lebar 1,1 meter, satu buah cangkul dengan gagang kayu berdiameter 7,3 cm, 5 lembar tali rafia berwarna keabu-abuan, perhiasan korban terdiri dari 1 buah kalung dengan berat 33,44 gram, 1 buah gelang terdapat tulisan UTIN berat 71,26 gram, dan 4 buah cincin dengan berat 16,99 gram.

(Bayu)