Polres Ketapang Paparkan 5 Kasus, Ada Perdagangan Orang hingga Sabung Ayam

0
258
Wakapolres Ketapang, Kompol Pulung Wietono SIK, di dampingi Kasat Reskrim Polres Ketapang, saat menggelar press release, Kamis (1/8/2019).
Dijual Rumah

Ketapang, buktipers.com – Pihak Kepolisian Resort (Polres) Ketapang, memaparkan sejumlah kasus yang telah ditangani, saat menggelar press release, di ruangan PPKO Mapolres Ketapang, Kamis (1/8/2019), pukul 14.00 WIB.

Kapolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat S.IK MH, melalui Wakapolres Ketapang, Kompol Pulung Wietono SIK, didampingi Kasat Reskrim, AKP Eko Mardianto SIK, MH, memaparkan 5 kasus, dan 3 diantaranya sebagai klarifikasi ulang terhadap publik.

Adapun 5 kasus yang dipaparkan Wakapolres Ketapang, yaitu, kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), judi sabung ayam, kasus emas batangan PT.SRM, kasus status lahan perkebunan di Desa Sungai Pelang, dan dugaan pelanggaran UU ITE.

Dalam penanganan kasus dugaan TPPO, Dijelaskan Wakapolres, bahwa pihaknya telah menetapkan 4 tersangka, dan satu orang diantaranya berinisial (K), telah berhasil diamankan di Sel Tahanan Mapolres Ketapang. Sedangkan 3 tersangka lainnya, masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dari ketiga tersangka yang masih DPO, pihaknya menjelaskan,  bahwa dua tersangka, diketahui masih berada di Indonesia dan yang satunya masih di luar Negeri (Negara Tiongkok).

Dan untuk korban, kata Wakapolres, juga masih di Negara Tiongkok.

Dalam dugaan kasus TPPO ini, pihak Polres Ketapang bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tiongkok untuk pengembalian tersangka dan korban,  ke tanah air.

Tersangka (K), beserta barang buktinya yang berhasil diamankan Polres Ketapang dalam dugaan kasus TPPO.

Untuk modus yang dilakukan tersangka, lanjutnya, bahwa dalam TPPO ini, para tersangka menikahkan korban dengan WNA, yaitu pria asal Tiongkok melalui pernikahan (penganten pesanan) yang kemudian dilakukan ekploitasi terhadap korban.

Untuk kasus sabung ayam, Wakapolres menjelaskan, pihaknya sudah menetapkan 2 orang tersangka, sebagai penyelenggara atau penyedia tempat.

Dan kedua tersangka sudah mendapatkan hukum tetap dengan divonis PN Ketapang, selama 7 bulan kurungan penjara.

Disamping itu, kasus emas batangan PT.SRM, Wakapolres juga menjelaskan, bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait semua Ijin-ijin dari PT tersebut.

Dikarenakan semua ijin-ijinnya lengkap, kami lakukan SP3, dengan melakukan gelar perkara, bersama pihak-pihak terkait agar tidak ada dusta diantara kita dan semua terbuka serta transparan, katanya.

Sementara itu, untuk kasus status lahan tanah perkebunan, di Desa Sungai Pelang, pihaknya telah menindak lanjuti permasalahan tersebut dengan melakukan tahapan penyelidikan.

Selain itu, untuk dugaan pelanggaran UU ITE, pihak Polres telah menetapkan tersangka MA yang sementara ini masih buron.

Sementara itu, Kasat Reskrim, AKP Eko Mardianto saat diwawancarai buktipers.com, Kamis (1/8/2019) menambahkan, kegiatan press release ini, guna memberitahukan kepada publik tentang kinerja Satreskrim Polres Ketapang dalam menanggapi laporan dari masyarakat.

(AGS)