Polres Nias Ciduk Pengedar Sabu di Pelabuhan Angin Gunungsitoli, Barang Bukti 12 Gram

0
338
Konferensi Pers di Polres Nias atas diamankannya pengedar sabu yang diciduk Sat Resnarkoba Polres Nias, kemarin. (Foto/Aro Ndraha-red)
Dijual Rumah

Buktipers.com- Gunungsitoli (Sumut)

Satuan Res Narkoba Polres Nias, ciduk pengedar sabu, di Pelabuhan Angin Gunungsitoli, Sumut.

Hal ini diungkapkan  Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan, S.IK, MH saat konferensi pers, di Mapolres Nias, jalan Melati No 1 Gunungsitoli, Rabu (2/1/2019),lalu.

Dijelaskan Kapolres Nias, bahwa  pada hari Minggu (30/12/2018), lalu, personel Satuan Resnarkoba Polres Nias mendapat informasi dari masyarakat, bahwa ada seorang penumpang KMP Teluk Singkil Aceh, berangkat dari Pelabuhan Singkil, menuju Pelabuhan Angin Gunungsitoli yang diduga membawa sabu.

Mendapat  informasi tersebut, Kasat Resnarkoba Polres Nias langsung  turun ke lokasi untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka, berinisial JKZ, warga Desa Onoztoli Sifaoroasi, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, sedang mengendarai 1 mobil mitsubishi L 300 warna hitam dengan nomor polisi BK 8407 CC. Tepatnya di Jalan Yosudarso, Kelurahan Saombo Pelabuhan Angin, Gunungsitoli.

Pada saat dilakukan penggeledahan, dari tersangka ditemukan 1 buah plastik klep berisi butiran kristal diduga narkotika jenis sabu, di sarung setir mobil yang dibawa tersangka dan 19 plastik klep berisi butiran kristal diduga  sabu, ditemukan di samping mobil tersangka, papar Kapolres.

Dari hasil interogasi terhadap tersangka JKZ yang berpura – pura sebagai penjual sayur yang dibeli dari Kabanjahe untuk dibawa ke Gunungsitoli, melalui Pelabuhan Singkil, bahwa diduga narkotika tersebut adalah miliknya JKZ.

Tambah Kapolres, bahwa  JKZ, beserta barang bukti plastik klep berisi butiran menyerupai kristal yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat sekitar 12 gram, 1 unit handphone merek Nokia warna biru muda dengan nomor sim 0823 6344 9499, 1 unit mobil  L 300 warna hitam dengan nomor polisi BK 8407 CC dan pemilik mobil yang dikendarai oleh JKZ, yakni, IS, dibawa ke kantor Sat Resnarkoba Porles Nias, guna pemerikasaan lebih lanjut.

Akibat perbuatannya, tersangka disangkakan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 Ayat (1), (2) Subs 112 Ayat (1), (2) dari Undang – undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dan Pasal 114, yakni minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun, ancaman hukuman penjara. Pasal 112, yakni mininal  4 tahun dan maksimal 12 tahun Penjara, tutur Kapolres mengakhiri. (Aro Ndraha-red)