Polres Simalungun Dinilai Lamban Tangani Kasus Penganiayaan, Pelaku Masih Bebas Berkeliaran

0
890
IMG-20170915-WA0007

BuktiPers.Com – Simalungun (Sumut)

Sudah hampir satu tahun laporan pengaduan atas tuduhan melakukan penganiayaan yang dilaporkan Suryani (43) warga Huta Raya Timuran, Nagori Mariah jambi, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun ini, belum juga mendapat titik terang alias terkesan tidak ditanggapi Polres Simalungun.

Hal tersebut dikatakan Ramses Pandiangan, SH selaku kuasa hukum atau Pengacara korban yang menilai Polres Simalungun lamban menangani kasus penganiayaan yang menimpa kliennya.

Dikatakannya bahwa kronologis kejadiannya bermula Jefry Saragih (16) anak Suryani dituduh mencuri emas, sehingga korban (Jefry-red) dianiaya dengan dipukuli, wajah dibakar pakai rokok, lalu disiram pakai jeruk nipis, diikat bersama batu lalu dihanyutkan ke air, ditabraki pakai sepeda motor oleh para pelaku.

“Perlakuan yang dialami korban sungguh sadis sekali,” ungkap Ramses Pandiangan SH, Jumat (15/9/2017).

Ditambahkan Ramses, pelaku penganiayaan secara beramai-ramai dilakukan oleh Sutrisno, Sunggul Purba (42), Polman Damanik (36), Elma Sitorus (37). Bahkan setelah puas melakukan penganiayaan, korban dibawa ke Polsek Tanah Jawa oleh Sutrisno yang merupakan Pangulu Nagori Mariah Jambi, namun karena Polsek Tanah Jawa tidak dapat membuktikan kalau korban melakukan pencurian emas, lalu dilepaskan, namun sayangnya para pelaku telah merampas kemerdekaan korban hingga menganiayanya.

Sehingga pada hari Minggu (30/10/2016) lalu, Suriyani (43) orangtua korban melaporkan 4 (empat) orang pelaku penganiayaan dengan Surat Tanda Terima Laporan Nomor: STPL/ 176/ X/ 2016/ SU/ SIMAL. Namun sudah hampir setahun para terlapor belum juga ditahan oleh pihak Polres Simalungun.

Ramses Pandiangan, SH sangat menyayangkan dan kecewa atas kinerja Polres Simalungun dalam penegakan hukum yang terkesan sangat bobrok, karena hukum sebagai panglima tidak dijalankan, padahal bukti-bukti sudah lengkap, tersangka sudah mengakui perbuatannya di BAP memang ada melakukan penganiayaan, namun tidak diketahui alasan Polres Simalungun tidak mau menahan para pelaku penganiayaan anak yang masih dibawah umur tersebut.

“Saya bingung apa sih yang diinginkan Polres Simalungun,” ujar Ramses Pandiangan SH dengan kesal.

Hingga berita ini dilayangkan ke meja redaksi, pihak Polres Simalungun belum berhasil dimintai keterangannya terkait kasus tersebut. (01/Red)