Polrestabes Medan Fokus Tangani Kasus Saling Lapor Antara Pedagang Sayur dan Preman

0
45
Polrestabes Medan.
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Polrestabes Medan saat ini tengah fokus menangani kasus saling lapor antara pedagang sayur, inisial BA dengan preman pasar, inisial BS yang terjadi di Pasar Pringgan, Kecamatan Medan Baru, pada Senin (09/08/2021) lalu.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan, telah dilakukan proses penyidikan atas laporan BA terhadap terlapor BS dan saat ini berkas perkara tersebut telah dinyatakan P21, tinggal menunggu jadwal sidang.

“Berkasnya sudah P21 dan sudah tahap 2. Tinggal menunggu jadwal sidang saja,”jelas Riko, pada Jumat (29/10/2021) Siang.

Sementara itu, untuk laporan BS terhadap terlapor BA, perkaranya tengah dilakukan proses pendalaman oleh Polrestabes Medan, dimana telah dibentuk tim untuk melakukan pendalaman.

“Rekan-rekan dari Polrestabes Medan tengah mendalami peristiwa tersebut. Jika dari hasil pendalaman tidak ditemukan niat jahat dari saudara BA tentunya kita akan menghentikan penyidikan,”ucap Riko.

Kasus saling lapor ini bermula pada hari Senin, tanggal 9 Agustus 2021, dimana BA yang merupakan seorang pedagang sayur sedang menyusun dagangannya didatangi dua orang tidak dikenal yang diduga preman dan meminta setoran pasar, tetapi tidak digubris oleh BA.

Tidak berselang lama, datang BS sambil marah dan memaki BA hingga terjadi adu mulut sampai pertengkaran.

BA mendorong BS dan kemudian dibalas BS dengan memukul wajah BA. Setelah itu BA juga memukul BS hingga terjatuh.

BS lalu berdiri sambil mengambil sebilah pisau yang terselip dipinggangnya, kemudian menusukkan ke BA sebanyak 1 kali dibagian dada kanan. Saat itu, BA juga mengambil besi pengayuh dongkrak yang ada di mobilnya, kemudian memukul BS sebanyak 4 kali dan mengenai kepala 2 kali, kaki 1 kali dan badan 1 kali.

Keduanya dilerai oleh saksi atas nama Yogi Sembiring akan tetapi BA kembali memukul BS sebanyak 3 kali mengenai kepala.

Riko menegaskan, Polda Sumatera Utara tidak akan mentolerir aksi-aksi premanisme serta kejahatan-kejahatan jalanan lainnya khususnya yang terjadi di Kota Medan.

“Percayakan penanganannya pada kami. Langkah-langkah yang sudah dilakukan ini adalah untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat. Keberhasilan pengungkapan kasus juga tidak terlepas dari peran masyarakat dalam memberikan informasi dan membantu Kamtibmas,”ucapnya.

 

(MLhrp)