Polsek Deli Tua Berhasil Menggagalkan Beredarnya Uang Palsu

0
702
IMG-20171016-WA0000

BuktiPers.Com – Medan (Sumut)

Beredarnya Uang Palsu kembali menjadi sorotan utama, seperti yang terjadi di wilayah kawasan hukum Polsek Deli Tua, yang pada akhirnya berhasil digagalkan pihak Polsek Deli Tua Rabu (11/10/2017) lalu.

Para pelaku pengedar yang berhasil disikat pihak Polsek Deli Tua, yakni RES (40) warga Desa Batu Mbelin, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang dan AA (53) warga Jermal 3 Bangun Sari I, Kelurahan Percut Sei Tuan, Medan.

Kapolsek Deli Tua Kompol Wira Prayatna, SIK, SH, MH, Minggu (15/10/2017) menyatakan, “Informasi beredarnya Uang Palsu itu sekitar pukul 09.00 WIB hari Rabu (11/10/2017), saat petugas di lapangan mendapat informasi dari masyatakat bahwa di Jln. AH. Nasution akan ada transaksi Uang Palsu,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diketahui dari masyarakat itu, Kapolsek Deli Tua Kompol Wira Prayatna, SIK, SH, MH, memerintahkan agar segera dilakukan tindakan hukum penyelidikan dan penangkapan kepada para pelaku pengedar dan Timsus Anti Begal Polsek Deli Tua dipimpin Kanit Iptu M. Rian Purnama melakukan tindakan hukum penyelidikan akan kebenaran informasi itu.

Kebenarannya terungkap sekitar pukul 13.30 WIB, saat Petugas melihat RES di depan Warung Bakso Rizki, Jln. AH. Nasution, Kelurahan Kwala Berkala, Kecamatan Medan Johor dan langsung diamankan serta dilakukan penggeledahan padanya dan akhirnya ditemukan dari saku RES Uang Palsu itu senilai Rp 4 juta. Selanjutnya Petugas mencari keberadaan AA yang diduga juga sebagai pelaku pengedar dan berhasil ditemukan di depan Alfa Mart, Jln. Jamin Ginting, Kelurahan Kwala Berkala, Kecamatan Medan Johor pada pukul 16.00 WIB dan langsung diamankan serta digeledah, akhirnya ditemukan juga dari saku AA Uang Palsu itu senilai Rp 2,5 juta.

Kompol Wira selaku Kapolsek Deli Tua setelah berhasil meringkus para pelaku mengungkapkan, “Dari Kedua pelaku pengedar Uang Palsu itu berhasil diamankan Rp 6,5 juta Uang Palsu dengan rincian 14 lembar uang tukaran Rp 100.000, 102 lembar uang tukaran Rp 50.000, 2 lembar uang tukaran Rp 20.000, 16 lembar uang tukaran Rp 10.000, 1 (satu) buah dompet warna coklat, 1 (satu) buah dompet warna hitam, 1 (satu) buah hp merk Nokia Hitam berisi pesan transaksi dan 1 (satu) buah hp merk Nokia Biru, ” ungkapnya.

“Kedua para pelaku pengedar Uang Palsu itu dipersangkakan menyimpan, mengedarkannya, dan telah melanggar UU RI No. 7 tahun 2011 Pasal 36 Ayat 2 dan Ayat 3, tentang Mata Uang dengan hukuman Pidana penjara paling lama 15 tahun penjara dan denda Rp. 50 Milyar, ” katanya. (DS/Red)