Polsek Firdaus Gelar Diversi Kasus Pencurian Anak Dibawah Umur

0
6
Polsek Firdaus menggelar sidang diversi atas nama terduga B (16), warga Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, Rabu (18/8/2021).
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Polsek Firdaus menggelar sidang diversi atas nama terduga B (16), warga Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, karena dituduh ikut membantu menjualkan barang curian milik negara yang disimpan didalam gudang, Rabu (18/8/2021).

Sidang diversi dihadiri Ketua P2TP2 Sergai, Akbar Dev ST, Iswan Rofflis SH PK-Pratama Bapas Kelas I Medan, Ketua KPUD Sergai Erdian Wirajaya dan Komisioner KPU Sergai Bayu Afrianto dan Chairul, perangkat Desa Penggalangan dan abang angkat terduga.

Sebelumnya, pihak P2TP2 Sergai dan Bapas (Badan Perlindungan Anak/Saksi), sudah memeriksa terduga.

Hasil persidangan menyatakan, karena terduga masih di bawah umur (belum 18 tahun), maka sesuai amanat UU apalagi ancaman hukumannya di bawah 7 tahun, maka terduga tidak ditahan.

“Diversi ini hanya berlaku satu kali, kalau besok ter duga melakukan perbuatan yang melanggar hukum (pidana), maka tidak ada lagi haknya untuk melakukan diversi,” jelas Iswan dari Bapas Kelas I Medan.

Sekaligus, Ketua KPUD Sergai, Erdian, juga menyetujui hasil diversi untuk tidak menahan terduga karena di bawah umur. “Tetapi kasus pencurian barang milik negara ini tetap dilanjutkan hingga pelaku utamanya tertangkap,” kata Erdian.

Sebelumnya, terduga B, ditangkap personel Reskrim Polsek Firdaus, Minggu, 15 Agustus 2021 siang.

Terduga bersama otak pelaku YW alias Iblis (24) dan beberapa pelaku lainnya (belum tertangkap), ada menjual 1.879 keping aluminium milik KPU RI (bilik suara saat pemilu lalu) yang disimpan, di gudang Bulog di Desa Penggalangan Kecamatan Sei Bamban.

Hal ini sesuai laporan pihak KPUD Sergai, Kamis, 12 Agustus 2021, setelah pegawai KPUD Sergai mengecek ke lokasi gudang, ternyata pintu gudang yang terbuat dari besi juga sudah menganga lebar akibat pintunya raib. Sekaligus, lempengan plat aluminium sebanyak 1.879 keping atau sekitar berat kurang lebih 2 ton, yang selama beberapakali pemilu digunakan untuk bilik suara juga raib.

Informasi dari KPUD Sergai menyebutkan, kalau gudang tersebut sejak Pilkada tahun 2020 yang lalu hanya beberapa bulan saja dijaga. “Karena nggak ada uang ya nggak dijaga. Lagipula kami lihat pintu besinya cukup kuat,” katanya di Polsek Firdaus.

Setelah mendapat laporan, Reskrim Polsek Firdaus bergerak mencari informasi. Saat ingin menangkap otak pelaku dari pencurian berjamaah ini, ternyata sudah bocor duluan.

Saat melakukan pengendapan, ternyata rumah atau dapur yang dijadikan lokasi pengintaian adalah rumah dari salah satu tersangka. Dan diduga dari mulut ibu tersangka inilah otak pelakunya kabur. Bahkan anaknya juga ikut buron.

Terduga B dan keluarga sangat koperatif ketika dibawa ke Polsek Firdaus dan mengakui kalau dirinya hanya menjadi ojek guna membawa barang tersebut.

“Saya ada beberapa kali dipanggil untuk ngantar barang ke botot. Karena saya punya kereta. Aluminium itu dimasukkan kedalam goni plastik besar, sekitar 15-20 keping satu goni. Sekali bawa paling 2 goni dan kalau isinya kempes bisa 3 goni. Dan ini ada 5 kali saya dipanggilnya. Goni yang berisi aluminium itu, kami bawa dari rumah si Iblis (rumahnya dekat gudang). Dan saya nggak pernah masuk ke gudang. Kalau dia menerima uang dari hasil penjualan botot paling saya dikasihnya sebesar Rp.50 ribu,” papar terduga.

Terduga selama ini tinggal dengan keluarga angkatnya di Desa Penggalangan dan masih duduk di bangku SMA kelas II. Sejak kelas 3 SD orangtua laki-lakinya meninggal dunia dan mempunyai adik yang saat ini dirawat uwaknya di Tebing.

Mamak terduga, setahun setelah ayahnya meninggal dunia, karena memikirkan nasib anaknya, merantau bekerja di negeri Jiran Malaysia. Hingga kini belum ada pulang ke Sergai. Tetapi sejak tinggal di rumah bapak angkatnya yang dikenal mamaknya ada mengirimi biaya untuk sekolahnya.

“Kalau biaya untuk sekolah ada dikirim, tapi nggak cukuplah. Karena orangtua angkatku baik, aku harus tau diri membantu di rumah. Ya tugas mengarit rumput kalau pulang sekolah untuk makan kambing. Itu sudah tugasku,”papar terduga.

 

(ML.hrp)