Positif Covid-19, Narapidana Tipikor Tamin Sukardi Meninggal Dunia

0
1
Narapidana kasus Tipikor Tamin Sukardi, saat masih dirawat di rumah sakit (Foto : Istimewa)
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Terpidana kasus tindak pidana korupsi Tamin Sukardi meninggal dunia akibat Covid-19, Sabtu (24/10/2020). Tamin menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta Medan, Sumatera Utara (Sumut).

“Tamin Sukardi merupakan narapidana kasus tindak pidana korupsi yang divonis 6 tahun penjara. Almarhum meninggal dunia karena terpapar Covid-19 dan beliau juga memiliki riwayat penyakit bawaan seperti jantung dan paru paru,” ujar Kepala Seksi Perawatan Narapidana Lapas Klas I Tanjung Gusta Medan, Dakmenda, Minggu (25/10/2020)

Menurut Dakmenda, almarhum Tamin Sukardi diketahui terpapar Covid-19 setelah melakukan pemeriksaan tes usap di Rumah Sakit Umum Bandung di Jalan Mistar Medan, pada 11 Oktober 2020. Karena keterbatasan fasilitas di rumah sakit tersebut, pihak Lapas Tanjung Gusta Medan merujuk Tamin ke Rumah Sakit Royal Prima Medan.

“Almarhum Tamin Sukardi sempat dua hari dirawat di RS Bandung. Karena keterbatasan fasilitas RS Bandung, Tamin Sukardi kami rujuk ke RS Royal Prima Medan,” kata Dakmenda.

Atas meninggalnya narapidana kasus korupsi, Tamin Sukardi, pihak Lembaga Lapas Klas I tanjung Gusta Medan, melakukan penyemprotan disinfektan di tiap blok hunian narapidana. Para napi dipantau kesehatannya oleh dokter khusus di dalam lapas dan  juga diberi vitamin untuk meningkatkan imun tubuh

Tamin Sukardi dinyatakan bersalah atas kasus suap hakim dan pengalihan tanah negara. Tamin divonis 6 tahun penjara oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, terkait kasus suap hakim. Tamin juga diwajibkan membayar denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Tamin Sukardi terbukti bersama-sama dengan Hadi Setiawan alias Erik menyuap hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan, Merry Purba, sebesar 150.000 dollar Singapura.

Penyerahan uang kepada Merry diberikan melalui panitera pengganti pada Pengadilan Tipikor Medan, Helpandi.

Selain kepada Merry, Tamin Sukardi juga berencana memberikan uang 130.000 dollar Singapura kepada Hakim Sontan Merauke Sinaga. Pemberian uang tersebut untuk mempengaruhi putusan hakim dalam perkara korupsi yang sedang ditangani Merry dan Sontan.

Perkara tersebut yakni dugaan korupsi terkait pengalihan tanah negara atau milik PTPN II Tanjung Morawa di Pasar IV, Desa Helvetia, Deliserdang. Pemberian uang itu dengan maksud agar majelis hakim memutus Tamin Sukardi tidak terbukti bersalah.

Hukuman Tamin menjadi lebih tinggi setelah divonis 8 tahun penjara pada sidang banding Pengadilan Tinggi Medan, karena dinyatakan bersalah terkait pengalihan tanah negara atau milik PTPN II Tanjung Morawa, Deli Serdang.

 

Sumber : iNews.id