PPTSB Pematangsiantar Gelar Seminar Adat, Ini Kata Risbon Sinaga

0
477
Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dohot Boruna (PPTSB) Cabang Pematangsiantar mengadakan seminar mengenai pandangan agama terhadap adat. Seminar diselenggarakan selama dua hari, tanggal 23 s/d 24 Nopember 2018 bertempat di gedung Eks.SMA Negeri 4 Jalan Gunung Sibayak No.17, Kota Pematangsiantar, Provinsai Sumaterara.(foto: hms/kolaseBP)
Dijual Rumah

Buktipers.com –Pematangsiantar (Sumut)

Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dohot Boruna (PPTSB) Cabang Pematangsiantar mengadakan seminar mengenai pandangan agama terhadap adat.

Seminar diselenggarakan di gedung Eks.SMA Negeri 4 Jalan Gunung Sibayak No.17, Kota Pematangsiantar, Provinsai Sumaterara.

Ketua PPTSB Cabang Pematangsiantar, Drs.Risbon Sinaga MM mengatakan, seminar yang digelar berlangsung selama dua hari, dimulai dari tanggal 23 Nopember s/d 24 Nopwember 2018.

Tujuan kegiatan kata Risbon, diharapkan dapat menambah pemahaman terkait dengan adat.

“Dengan harapan, nantinya menghasilkan sebuah rekomendasi, yang dapat menyatukan pemahaman terkait pelaksanaan adat di Kota Pematangsiantar,” kata Risbon Sinaga.

Materi seminar hari pertama mengenai ‘Pandangan Agama tehadap Adat dan Pemaparan tentang Adat Simalungun’,  dan materi hari kedua mengenai ‘Pemaparan tentang Adat Toba’ didukung simulasi acara adat.

Peserta seminar diikuti pengurus-pengurus sektor PPTSB Cabang Pematangsiantar, dimana jumlah seluruh sektor yang ada di Kota Pematangsiantar sebanyak 35 sektor.

Kata sambutan sekaligus mengapresiasi diadakannya seminar adat tersebut disampaikan bergantian oleh Ketua Panitia, Oloan Sinaga, Penasihat PPTSB Cabang Pematangsiantar, Albert Sinaga, dan terakhir kata sambutan dari Ketua Cabang PPTSB Cabang Pematangsiantar Drs.Risbon Sinaga MM sekaligus membuka acara seminar tersebut.

Pemaparan materi tentang ‘Pandangan Agama tehadap Adat’ dibawakan Pdt.Dr.Hulman Sinaga, dosen STT HKBP Pematangsiantar yang dimoderasi oleh May Luther Dewanto Sinaga, mahasiswa semester akhir STT HKBP Pematangsiantar dan juga Kabid Organisasi dan Komunikasi GMKI Cabang Pematangsiantar-Simalungun.

Dalam seminar tersebut, Pdt.Dr.Hulman Sinaga memberikan beberapa rekomendasi terkait materi pandangan agama terhadap adat, yaitu agama dan adat harus sejalan.

Adat juga kata Hulman Sinaga memiliki peran sebagai norma yang mengatur hubungan manusia dengan sesamanya dan harus dipengaruhi aturan-aturan agama.

Lebih lannut dipaparkannya, bahwa pemahaman orang batak terkait “Dalihan Natolu” tidak bertentangan dengan firman Tuhan.

Dijelaskan lebih lanjut, banyak nilai-nilai adat yang sangat relevan dengan agama, Injil harus senantiasa menyinari adat, tindakan yang menganggap adat sebagai hal yang “kafir” adalah tindakan yang kurang bijaksana, orang yang dikatakan hidup baru adalah orang yang tidak memisahkan diri dari adat.

Kemudian dilanjutkan dengan materi adat Simalungun yang dibawakan Edi Sinaga dan dimoderasi oleh Ludin Sinaga, sekaligus materi penutup di hari pertama.(rls)

 

Editor : Maris