Pria Pembongkar Makam Ayah Idap Gangguan Jiwa Usai Ditinggal Istri

0
177
Wiharna saat membongkar makam dan membopong jasad ayahnya di Cianjur. (Foto: tangkapan layar Facebook)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Cianjur

Wiharna (45) didiagnosa mengidap Skizofrenia atau gangguan pada otak yang bisa mempengaruhi kejiwaan seseorang. Kondisi itu dialami pria tersebut sejak 2009.

Wiharna bikin heboh setelah membongkar makam dan membopong jasad ayahnya yang sudah terkubur selama satu tahun di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Ada pemicu yang membuat Wiharna gangguan jiwa. Cobaan paling berat yang dihadapinya yaitu ditinggal kabur sang istri sejak 13 tahun silam. Hal tersebut diungkapkan Nurhamid Karnaatmaja, pengurus Panti Komunitas Sehat Jiwa (KSJ). Kini Wiharna menghuni panti tersebut.

“Dia selalu merasa istrinya itu kabur jadi TKW ke Arab Saudi, kalau faktanya istrinya itu memang kabur meninggalkan dia. Untuk penyebab (pergi), kami kurang mengetahui hal itu. Informasi yang kami terima seperti itu dan bisa ditarik kesimpulan yang menjadikan Pak Wiharna seperti sekarang ini,” kata Nurhamid kepada detikcom di Cipanas, Cianjur, Sabtu (27/7).

Pengalaman dalam mengurusi pengidap gangguan jiwa psikotik dengan gejala skizofrenia membuat Nurhamid menggali latar belakang Wiharna. Sebanyak 60 penghuni panti KSJ, kata dia, mengidap skizofrenia.

“Tentu kami harus mengetahui latar belakangnya dulu, karena kesedihan mendalam ditambah faktor lingkungan yang tidak mau mendengar, akhirnya kondisinya seperti sekarang ini. Dia dalam kondisi kedukaan yang mendalam,” tutur Nurhamid.

Kesendirian membuat kejiwaan Wiharna terganggu. Kondisi demikian membuatnya menghayalkan sesuatu yang tidak nyata. Mulai dari sesak napas hingga kesakitan di jari kelingkingnya. Lalu kematian sang ayahnya menambah berat beban Wiharna.

Wiharna (45) saat ini berada di Panti Komunitas Sehat Jiwa (KSJ) Cianjur. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)

“Kematian sang ayah tidak diterima Wiharna. Dia menganggap pria itu satu-satunya tempat curhat dan mencari perlindungan. Ketika khayalannya menganggap sang ayah masih hidup, dia nekat menggali makam dan mengeluarkan jasadnya,” tutur Wiharna.

Wiharna menganggap sang ayah masih hidup. Bahkan, ia memberikan air hingga biskuit kepada jasad ayah.

“Dibere cai buburukbukan, dihuapan kueh mari (Dikasih air perutnya bunyi, disuapin biskuit). Dipurulukan ku abdi teh (ditaburkan oleh saya) ke mulutnya. Bapa masih hirup sok ngageroan abi (bapak masih hidup suka memanggil saya),” kata Wiharna dengan bahasa Sunda.

Ia beberapa kali minta pulang ke rumah. Wiharna mengaku bosan karena istrinya enggan diajak pulang. Soal ini, ada seorang penghuni panti perempuan yang dianggap Wiharna sebagai istrinya.

“Itu istri abdi (itu istri saya). Dia sudah lama kerja, sekarang ketemu malah enggak mau pulang,” ucap Wiharna sambil tangannya menunjuk seorang perempuan berusia 34 tahunan yang terlihat tiduran di atas karpet luar ruangan panti.

Nurhamid membenarkan keinginan Wiharna untuk pulang. Namun karena kondisi yang mash belum stabil, panti belum mengizinkan Wiharna kembali ke lingkungannya.

“Dia beberapa kali ingin pulang. Di sini memang ada perempuan senasib dengan Wihrna, yang dikira sebagai istrinya. Beberapa kali dia menganggap panti adalah lokasi transit menjemput istrinya. Dia baru bisa kita kembalikan ke keluarga setelah kondisinya benar-benar membaik,” tutur Nurhamid.

 

Sumber : detik.com