Program Pamsimas di Kampung Warga Indah Jaya Disorot Publik, Pendamping Kegiatan Minta Dimaklumi

0
90
Plank kegiatan Pamsimas di Kampung Warga Indah Jaya yang disorot publik.

Tulang Bawang, buktipers.com – Keterangan Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KKM) terkait program Pamsimas di Kampung Warga Indah Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang yang mengatakan, dana incash dan inkind, hanya atas nama saja, beberapa waktu lalu, disoroti publik.

Rizal, selaku pendamping kegiatan Pamsimas tersebut, saat dimintai tanggapannya, terkait hal itu, mengatakan,  dia sudah mengetahuinya melalui pemberitaan, beberapa awak media.

“Terkait hal itu, saya sudah tau. Jadi maksudnya, bukan seperti itu. Bahasa inkind dan inkesh, itu memang benar-benar ada, dan bisa dibuktikan dari rekeningnya, dan inkind itukan berupa tenaga kerja, mohon dimaklumi mas, mungkin beliau belum terbiasa,”kata Rizal saat dihubungi wartawan, melalui telpon, Selasa (8/9/2020).

Diberitakan sebelumnya, program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) III tahun 2020, di Kampung Warga Indah Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang itu, telah dikonfirmasi beberapa awak media, pada Jumat (4/9/2020) yang lalu, kepada Gede Sujana, selaku Ketua KKM program Pamsimas, di kediamannya.

Namun mengejutkan, Gede mengatakan, bahwa  sebagian dana program Pamsimas tersebut, seperti incash dan inkind hanyalah sebatas tulisan, di banner belaka.

“Seperti incash dan inkind, itukan cuma bahasanya saja, kalau kami nggak ngambil itu ya nggak ada. Incashnya hanya sebatas tenaga saja, bahkan APBKam pun nggak tau bakal cair atau tidak, apakah tahun ini atau tahun depan,”kata Gede.

Sementara diketahui, total dana pada program tersebut mencapai Rp.345.716.000 yang mana terdapat dari beberapa sumber, seperti APBN sebesar 70 persen atau Rp.242.000.000, APBKam 10 persen sebesar Rp.34.572.000. Incash sebanyak 4 persen Rp. 13.829.000 dan inkind sebanyak 16 persen Rp.55.315.000.

Tak hanya itu, Gede diam – diam merekam pembicaraan awak media dengannya, tanpa meminta izin terlebih dahulu.

Hal itu dipergoki oleh salah satu wartawan saat lakukan konfirmasi saat itu.

Beberapa kali, Gede membolak-balikkan ponselnya, sembari perlahan mengintip ke arah ponsel yang sedang dalam keadaan merekam.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Lembaga Pemantau Tindak Pidana Korupsi (LP TIPIKOR) Provinsi Lampung, Junerdi DS sangat menyayangkan ucapan dan perilaku dari oknum Ketua KKM tersebut.

“Tak sepantasnya dia merekam jurnalis yang sedang konfirmasi terhadap dirinya, apalagi tanpa izin. Sekarang kapasitas dia apa? Lembaga, dan wartawan juga bukan kok, malah terkesan alergi terhadap awak media? Jangan-jangan, ada sesuatu yang janggal, sehingga Gede berperilaku seprti itu terhadap Jurnalis,”kata Junerdi.

Ia menambahkan, terkait pernyataan Gede mengenai incash dan inkind yang hanya sebatas bahasa saja, itu juga sangat tidak logis.

Menurutnya, pagu anggaran yang sudah jelas ditetapkan, apalagi hingga mencapai puluhan juta, sangat tidak mungkin, jika sama sekali tidak ada, atau hanya sebatas bahasa saja.

“Itukan anggarannya sudah jelas incash dan inkind yang mencapai puluhan juta, kok malah dikatakan hanya bahasanya saja, ada apa ini? Jangan-jangan, dugaan saya, ada niat tertentu, maka yang bersangkutan bisa mengatakan sedemikian. Hal seperti ini mesti ditindaklanjuti dan diawasi hingga akhir kegiatan. Takutnya nanti, ada anggaran pemerintah yang diselewengkan,”tukas Junerdi.

(tim)