Protes Volume Musik, Tiurma Lempar Speaker Tetangga Hingga Rusak, Kini Jadi Terdakwa di PN Medan

0
2
Caption : Saksi korban saat memberikan keterangan terhadap terdakwa Tiurma Hadugian, warga Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Titi Rantai kota Medan di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (3/8/2022). Tribun Medan/Gita Nadia Puti br Tarigan
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Tiurma Hasugian harus menjalani persidangan sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Tiurma Hasugian, warga Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Titi Rantai, Kota Medan didakwa atas kasus dugaan perusakan, yakni melempar speaker milik tetangganya dengan batu.

Hal tersebut terungkap dalam persidangan yang berlangsung Rabu (3/8/2022) di PN Medan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi korban, yakni Juli Sofa Hatta.

Saksi Juli mengatakan peristiwa perusakan yang dilakukan terdakwa sudah cukup lama, yakni terjadi pada Juni 2020 silam.

“Dua kali dilempar, karena menurut mereka suara musiknya terlalu besar, dia protes jangan keras-keras,” ucap Juli menjawab pertanyaan hakim.

Juli menuturkan, sebelum peristiwa perusakan terjadi, terdakwa sempat protes kepada pegawai korban tanpa sepengetahuan dirinya.

Pada akibatnya terdakwa pun melemparkan batu ke tokonya hingga mengenai speaker.

“Waktu itu gak ada kata-kata langsung dilempar,” ucapnya.

Usai kejadian pelemparan tersebut terjadi, saksi mengaku sempat berdiskusi dengan terdakwa didampingi kepling setempat, namun tidak juga menemukan titik terang.

Juli mengaku terdakwa tetap keberatan dengan volume musik yang dipasang sehari-hari oleh saksi.

“Kadang musik dangdut, pop, supaya orang tau ada toko di situ pak,” ucapnya.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) Muhammad Rizqi Darmawan dalam dakwaannya menuturkan bahwa perkara ini bermula terjadi pada Selasa (9/6/20220 sekira pukul 11.30 WIB.

Saat itu saksi korban Juli Sofa Hatta dan saksi Yenita sedang berada di dalam toko miliknya di Jalan Jamin Ginting Medan.

Dikatakan JPU, saksi korban menghidupkan speaker yang bertujuan untuk menarik pelanggan.

Pemutaran musik tersebut diketahui oleh kepala lingkungan yaitu saksi Daniel Sihombing.

Tak berselang lama, terdakwa Tiurman Hasugian yang juga membuka usaha di bidang advervising melakukan pelemparan terhadap speaker milik saksi korban.

“Dengan cara mengambil batu yang ada di depan halaman rumah tempat tinggal terdakwa, selanjutnya terdakwa lemparkan ke arah toko milik saksi korban dan mengenai satu speaker 16 Inchi warna hitam dan 1 unit mixer merk Grace seri MG6CX milik saksi korban,” kata jaksa.

Dikatakan JPU, hal tersebut dilakukan terdakwa dengan tujuan agar saksi korban tidak mengulangi membunyikan suara musik dan microfon karena terdakwa tidak terima bunyi di suara speaker yang saksi korban bunyikan.

Kemudian saksi korban dan saksi Yenita yang berada didalam Toko Ratu Sel milik saksi korban terkejut dengan lemparan tersebut, sehingga mengakibatkan bagian atas speaker tersebut pecah dan sound mixer tersebut rusak serta tidak bisa digunakan lagi.

Selanjutnya saksi korban langsung menghampiri terdakwa yang ditemani oleh kedua anak terdakwa seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian saksi Daniel Sihombing dan saksi Yenita melerai terdakwa dan saksi korban.

“Setelah melakukan pelemparan tersebut terdakwa pergi meninggalkan toko milik saksi korban, selanjutnya saksi korban melaporkan hal tersebut ke Polsek Medan Baru. Akibat kejadian tersebut saksi korban Juli Sofa Hatta mengalami kerugian sebesar Rp 7 juta,” beber jaksa.

Dikatakan jaksa, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 406 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

 

Sumber : tribunnews.com