Beranda Sumut Proyek Gedung Farmasi Tidak Mengindahkan Keselamatan Pekerja

Proyek Gedung Farmasi Tidak Mengindahkan Keselamatan Pekerja

185
0
Beberapa pekerja proyek gedung farmasi lantai dua, terlihat tidak menggunakan pengaman saat bekerja.

Sergai, buktipers.com – Proyek gedung farmasi yang nantinya digunakan sebagai gudang penyimpanan obat – obatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Serdang Bedagai (Sergai) yang menggunakan APBD Sergai tahun 2019, diduga telah mengangkangi Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 9 tahun 2016 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) ruang bertingkat.

Bangunan yang terletak di parkiran Pemkab Sergai, tepatnya di kompleks perkantoran Bupati tersebut, dikerjakan dengan pagu Rp3 Miliar lebih.

“Kok gak takut jatuh ya, mereka kerja di ketinggian seperti itu, gak memakai pengaman kerja. Apa mereka punya nyawa serap (nyawa ganda,red) kalau jatuh kan bisa mati orang itu,”kata salah seorang ASN yang melihat pekerja proyek tersebut  sedang bekerja, Senin (2/12/2019).

Baca Juga!  6 Debt Collector Rampas Mobil di Dalam Tol Medan-Tebing Tinggi, Ditangkap Polisi di Pintu Tol Kemiri

Padahal, beberapa hari yang lalu, Bupati dan Wakil Bupati Sergai, telah meninjau pembangunan gedung tersebut, namun diduga tidak ada menyinggung mengenai peraturan yang sudah dibuat oleh Menaker tentang K3 yang sudah disahkan Permenakernya.

Ketua DPD NGO BIDIK RI Sumut , Mulyadi saat dimintai tanggapannya,mengenai pengerjaan pembangunan gedung farmasi berlantai 2 yang pekerjanya tidak menggunakan pengaman mengatakan, “seharusnya ada tim pengawas untuk menegur dan memberi sangsi bagi kontraktor yang tidak mengindahkan permenaker tentang K3 sesuai dengan peraturan nomor 9 tahun 2016 dari dinas terkait, “ungkap Mulyadi.

Mulyadi juga berharap agar dinas terkait mematuhi dan menjalankan terkait K3 yang telah disahkan oleh pemerintah. Beri sangsi bagi yang melanggarnya, demi keselamatan pekerja, pungkas Mulyadi.

Baca Juga!  Soal Kenaikan Iuran BPJS, Ini Penegasan Sekdakab Sergai

(ML.hrp)

Loading...