Proyek MCK Dibangun di Lingkungan Sekolah, Warga Tanda Tanya dan Tak Dilibatkan

0
26
Proyek MCK di lingkungan SMP Negeri 3 Tanjung Beringin.

Sergai, buktipers.com – Pelaksanaan pembangunan IPAL Kombinasi MCK yang anggarannya berasal dari APBD Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), lewat Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim), dengan nomor kontrak 02/PPK/DAK-REG/SAN/DPKP/III/2020 dan  pelaksananya KSM PELITA, di Desa Mangga Dua, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Sergai, terkesan dipaksakan.

Masalahnya, bangunan MCK tersebut, berada di lingkungan SMP Negeri 3 Tanjung Beringin.

Padahal, pengerjaaan sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) itu, menelan biaya cukup besar, dengan nilai pagu Rp.451.625.000 (Empat ratus lima puluh satu juta enam ratus dua puluh lima ratus ribu rupiah) dan diperuntukan untuk umum. Namun kenyataannya, lokasi penempatan tersebut berada di lokasi sekolah yang dikelilingi pagar sekolah.

Pemanfaatan MCK yang dibangun tersebut, jelas tidak maksimal, karena hanya khusus buat siswa, guru, dan staf-staf, di sekolah itu saja yang memanfaatkannya. Sedangkan di SMP Negeri 3 Tanjung Beringin tersebut, sudah lengkap memiliki MCK sendiri.

Selanjutnya, awak media mencoba konfirmasi Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Tanjung Beringin, Sunardi, mempertanyakan MCK yang dibangun melalui swakelola di lokasi sekolah tersebut.

Sunardi menuturkan, dibangunnya MCK di lingkungan sekolah atas inisiatif dirinya. “Proposal sudah kita layangkan pada tahun 2019, namun di tahun 2020 ini diterima, “katanya.

Ditanya perihal tanah milik sekolah tersebut, sudah dihibahkan? “Sudah,”kata Sunardi.

Masih katanya, sebenarnya panitia pembangunan MCK tersebut bukan pihak sekolah, tapi mereka selaku penerima manfaat.

{Panitia itu orang desa, dibentuk sama musyawarah desa karena dialihkan oleh kepala desa, swakelolanya panitia desa yang pengelolaannya orang desa juga, “bilang Sunardi.

Perihal dilibatkannya orang desa, beberapa warga yang berdomisili dekat sekolah tersebut yang dikonfirmasi wartawan, mengaku sama sekali tidak mengetahui adanya pembangunan MCK tahun 2020 tersebut.

“Jika pembangunan MCK, melalui swakelola, kok kami sebagai warga disini tidak mengetahui sama sekali dan MCK-nya dalam lingkungan sekolah, mengapa tidak di luar ? Agar kita sebagai masyarakat bisa memanfaatkan MCK tersebut, “kata warga lagi.

Masyarakat sangat menyayangkan adanya pembangunan MCK di dalam lingkungan sekolah.

Sebelumnya, Plt Dinas Perkim, Martiam mengatakan, pembangunan IPAL Kombinasi MCK yang terletak di Desa Mangga Dua itu, memang atas usulan Kepala Sekolah SMPN 3 Tanjung Beringin, Sunardi, tapi pihaknya belum mengetahui persis lokasi pembangunannya.

“Nanti dinas akan tanyakan kepada Polmasnya,”tutur Martiam.

 

(ML.hrp)